TANGSELXPRESS – Badan Gizi Nasional (BGN) akan menyiapkan sistem digital yang memungkinkan masyarakat ikut mengawasi dan mengevaluasi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Platform tersebut ditargetkan mulai dapat diakses pada pekan depan.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan transparansi pelaksanaan Program MBG sekaligus memastikan menu yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memenuhi standar kualitas dan kandungan gizi.
“Kami akan umumkan di momen berikutnya bagaimana publik bisa ikut terlibat mengawasi menu MBG ini, mengawasi makanan yang dibagikan. Kami harapkan minggu depan sudah bisa diakses oleh seluruh orang tua siswa,” kata Sudaryono dikutip Senin, 27 Juli.
Melalui platform tersebut, para orang tua dapat mengakses berbagai informasi terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah anak mereka. Informasi yang tersedia meliputi sekolah penerima manfaat, menu makanan yang disajikan, SPPG yang bertanggung jawab, nama Kepala SPPG, hingga kandungan gizi dari setiap menu.
“Jadi, pihak terkait atau stakeholder bisa mendapatkan informasi itu, termasuk kandungan gizi di menu tersebut. Orang tua siswa, guru, kepala sekolah, kepala daerah, dan dinas-dinas bisa mengakses informasi ini,” ujarnya.
Selain menghadirkan sistem pengawasan menu, BGN juga akan meningkatkan transparansi informasi melalui situs resminya. Sudaryono mengatakan tampilan laman resmi BGN akan diperbarui agar masyarakat lebih mudah memperoleh informasi mengenai pelaksanaan Program MBG di berbagai daerah.
Data yang akan ditampilkan mencakup jumlah SPPG yang beroperasi di setiap kecamatan dan kabupaten/kota, serta jumlah penerima manfaat di masing-masing wilayah.
“Kasih saya waktu beberapa hari ini untuk kami perbaiki, sehingga bapak ibu semua mungkin tidak perlu kemudian bertanya secara manual, tapi melalui sistem bisa kami perbaiki,” pungkas Sudaryono.
Melalui pengembangan platform tersebut, BGN berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam mengawasi pelaksanaan Program MBG sehingga kualitas makanan, transparansi penyelenggaraan, dan akuntabilitas layanan dapat terus terjaga.







