PERKEMBANGAN teknologi digital telah mengubah pola konsumsi masyarakat, termasuk di kalangan anak-anak. Kemudahan mengakses media sosial, permainan daring, hingga platform belanja membuat anak semakin mudah terpapar berbagai promosi dan tren konsumsi. Tanpa pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sejak dini, kondisi tersebut berpotensi membentuk perilaku konsumtif yang dapat terbawa hingga dewasa.
Oleh karena itu, literasi keuangan menjadi salah satu keterampilan hidup (life skill) yang penting ditanamkan sejak usia dini agar anak mampu mengelola uang secara bijak dan bertanggung jawab.
Mahasiswa Program Studi Manajemen S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Youngpreneur: Pentingnya Pemahaman Prioritas Finansial dalam Pengelolaan Kebutuhan dan Keinginan” pada Rabu, 20 Mei 2026, di Yayasan Al-Fatimiyyah, Kota Tangerang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan, mengelola uang saku secara bijak, membangun kebiasaan menabung, serta mengenalkan konsep kewirausahaan sejak usia dini.

Sebelum kegiatan dilaksanakan, tim PKM melakukan observasi dan koordinasi dengan pihak yayasan untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi bersama pengurus yayasan, diketahui bahwa sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam membedakan kebutuhan dan keinginan. Uang saku yang dimiliki umumnya digunakan untuk membeli makanan ringan, mainan, atau barang yang sedang populer tanpa mempertimbangkan manfaat maupun skala prioritas. Selain itu, sebagian besar peserta juga belum memahami konsep dasar kewirausahaan yang dapat membentuk karakter mandiri, kreatif, dan bertanggung jawab.
Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan dan ice breaking untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta meningkatkan antusiasme peserta. Selanjutnya, tim PKM menyampaikan materi mengenai literasi keuangan, pengelolaan uang saku, pentingnya menabung, serta cara menyusun skala prioritas dalam memenuhi kebutuhan. Penyampaian materi dilakukan menggunakan media presentasi yang dipadukan dengan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga lebih mudah dipahami oleh anak-anak.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penggunaan uang saku melalui beberapa studi kasus sederhana. Dalam sesi tersebut, anak-anak diajak menentukan pilihan berdasarkan skala prioritas serta mengidentifikasi mana yang termasuk kebutuhan dan mana yang merupakan keinginan. Tim PKM juga menyelenggarakan permainan edukatif, kuis interaktif, dan sesi tanya jawab yang mendorong peserta untuk berpikir kritis sekaligus berpartisipasi secara aktif selama kegiatan berlangsung.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Anak-anak aktif menjawab pertanyaan, berdiskusi, serta berbagi pengalaman mengenai cara mereka menggunakan uang saku sehari-hari. Berdasarkan hasil evaluasi selama kegiatan, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, pentingnya menyusun skala prioritas, serta manfaat menabung sebagai kebiasaan positif yang dapat diterapkan sejak dini. Mereka juga mampu memberikan contoh penerapan pengelolaan uang yang lebih bijaksana dalam kehidupan sehari-hari.
Selain memberikan edukasi mengenai literasi keuangan, tim PKM turut memperkenalkan konsep youngpreneur kepada peserta. Melalui berbagai contoh usaha sederhana yang sesuai dengan usia anak, peserta diberikan pemahaman bahwa memperoleh uang memerlukan kreativitas, usaha, kerja keras, dan tanggung jawab. Pengenalan konsep ini diharapkan dapat menumbuhkan pola pikir mandiri, meningkatkan rasa percaya diri, serta membangun minat berwirausaha sejak usia dini.
Pihak Yayasan Al-Fatimiyyah memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan PKM yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi peserta. Materi yang disampaikan dinilai relevan dengan kebutuhan anak-anak karena mampu melengkapi pendidikan karakter yang selama ini diterapkan di lingkungan yayasan. Pengurus juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan materi yang lebih beragam, seperti praktik menabung, simulasi kewirausahaan sederhana, hingga edukasi mengenai transaksi digital yang aman bagi anak-anak.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, diharapkan mampu membentuk generasi yang lebih bijak dalam mengelola keuangan, memiliki karakter disiplin dan bertanggung jawab, serta menumbuhkan semangat kewirausahaan sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Penulis:
Ayub Noas Simbolon
Sellyna Effendy
Talha
Program Studi Akuntansi S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang







