TANGSELXPRESS– Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Tangerang Selatan menggelar kegiatan edukasi tentang pencegahan bullying dan perlindungan diri bagi siswa sekolah dasar.
Kegiatan yang berlangsung di SD Negeri Buaran 02, Kecamatan Serpong, Rabu (22/7/2026), juga diisi dengan penyerahan 50 paket alat tulis sekolah kepada para siswa sebagai bentuk dukungan terhadap semangat belajar anak-anak.
Tak hanya di SD Negeri Buaran 02, DWP Kota Tangerang Selatan juga menyalurkan bantuan serupa di 14 sekolah dasar negeri yang tersebar di berbagai wilayah Tangsel.
Ketua DWP Kota Tangerang Selatan, Monalisa Indrawati Bambang, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama jajaran pengurus. Melalui momentum Hari Anak Nasional, DWP ingin mengajak seluruh elemen masyarakat menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap anak.
Anak Diajak Berani Tolak Bullying
Dalam sesi edukasi, Dewan Penasihat DWP Kota Tangerang Selatan, Truetami Ajeng, menjelaskan bahwa setiap anak perlu memahami sejak dini berbagai bentuk perundungan agar mampu mengenali, menghindari, dan berani melaporkan apabila menjadi korban.
Menurutnya, bullying tidak selalu berupa tindakan fisik. Ejekan, penghinaan, pengucilan, hingga perlakuan yang menyakiti perasaan teman juga termasuk bentuk perundungan yang tidak boleh dianggap sepele.
“Tidak boleh dipukul, dicubit, disentuh, ataupun mendapatkan tindak kekerasan lainnya dari siapa pun, baik laki-laki maupun perempuan,” tegas Ajeng di hadapan para siswa.
Selain materi mengenai bullying, para siswa juga diberikan edukasi tentang perlindungan diri, termasuk mengenali bagian tubuh yang bersifat pribadi dan tidak boleh disentuh orang lain tanpa izin.
Melalui pemahaman tersebut, anak-anak diharapkan memiliki keberanian untuk menjaga diri serta segera menceritakan kepada orang tua maupun guru apabila mengalami tindakan yang tidak semestinya.
Guru Diminta Lebih Peka
Tak hanya menyasar siswa, DWP Tangsel juga mengajak para guru untuk semakin peka terhadap tanda-tanda terjadinya bullying di lingkungan sekolah.
Ajeng menilai peran guru sangat penting dalam membangun suasana belajar yang aman, nyaman, serta ramah anak, sehingga setiap persoalan yang dialami siswa dapat segera ditangani.
“Ibu dan Bapak Guru perlu mengingatkan jika terjadi indikasi bullying di sekolah. Jangan meremehkan apa yang dialami anak,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, DWP Kota Tangerang Selatan berharap peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum memperkuat perlindungan anak, meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental siswa, serta mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang bebas dari bullying dan segala bentuk kekerasan.







