JAKARTA- Badan Gizi Nasional (BGN) mulai melakukan penataan terhadap sekitar 27 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari upaya membenahi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan evaluasi penggunaan anggaran BGN tahun 2025.
Wakil Kepala BGN Trenggono mengatakan pembahasan utama dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI adalah pertanggungjawaban penggunaan anggaran tahun 2025.
Menurutnya, hasil pembahasan anggaran telah disepakati dan akan disampaikan secara lebih rinci melalui jawaban tertulis kepada DPR.
“RDP tadi tentang anggaran 2025, jadi anggaran tahun lalu. Sudah disepakati jumlahnya, nanti mungkin akan disampaikan lebih lanjut karena akan dijawab secara tertulis,” kata Trenggono usai RDP di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Penghentian Mitra Bersifat Sementara
Dalam rapat tersebut, Komisi IX DPR RI juga menyoroti aspirasi dari sejumlah mitra BGN yang sebelumnya menyampaikan berbagai keluhan terkait pelaksanaan Program MBG.
Menanggapi hal itu, Trenggono menegaskan penghentian sementara terhadap sebagian mitra bukan merupakan kebijakan permanen. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar BGN memiliki waktu untuk melakukan pembenahan terhadap sistem pelaksanaan program.
“Yang jelas kita menjawab bahwa tentang penghentian sementara ini bukan seterusnya. Jadi penghentian sementara, kita berikan waktu untuk menata kembali,” ujarnya.
Seluruh SPPG Akan Dievaluasi
Trenggono menjelaskan, seluruh SPPG akan dievaluasi sebagai bagian dari proses penataan agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih efektif, tertib, dan sesuai standar yang ditetapkan.
Selain SPPG reguler, BGN juga melakukan evaluasi terhadap layanan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang memiliki tantangan tersendiri dalam pelaksanaan program.
“SPPG yang lain-lain seperti yang 3T, kemudian yang lainnya juga akan kita berikan waktu. Tolong berikan kami waktu untuk menata semuanya,” katanya.
BGN Tetap Buka Dialog dengan Mitra
Meski tengah melakukan penataan, BGN memastikan komunikasi dengan para mitra tetap terbuka.
Namun, menurut Trenggono, dialog akan dilakukan setelah proses evaluasi berjalan agar seluruh persoalan dapat dibahas secara menyeluruh dan menghasilkan solusi yang lebih komprehensif.
“Sekali lagi, para mitra, bukan kita tidak mau berkomunikasi, tidak. Kita juga memberikan kesempatan, namun nanti kita carikan waktu yang tepat supaya kita bisa berdialog dengan baik,” ujarnya.
BGN berharap proses penataan terhadap sekitar 27 ribu SPPG tersebut dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, sekaligus memperkuat tata kelola program agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat di seluruh Indonesia.







