SERANG– Program Sekolah Gratis yang dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tidak hanya meringankan beban biaya pendidikan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan sekolah swasta. Sejumlah sekolah mengaku mengalami lonjakan jumlah peserta didik baru sekaligus memperoleh kepastian pembiayaan operasional.
Salah satu sekolah yang merasakan manfaat tersebut adalah SMK Nurul Huda di Kabupaten Serang. Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah itu menerima 14 rombongan belajar (rombel), meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata hanya menerima delapan hingga sebelas rombel.
Kepala SMK Nurul Huda, Aep Saefullah, mengatakan tingginya minat masyarakat membuat sekolah harus menambah tiga rombel setelah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan.
“Biasanya kami menerima sekitar 11 rombel. Tahun ini karena peminat terus bertambah dan banyak calon siswa yang belum tertampung, setelah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, akhirnya kami membuka tiga rombel tambahan. Alhamdulillah hampir seluruhnya sudah terisi,” kata Aep, Rabu (15/7/2026).
Tahun ini, SMK Nurul Huda menerima 432 peserta didik baru, meningkat dari sekitar 380 siswa pada tahun sebelumnya. Dengan dua angkatan yang mengikuti Program Sekolah Gratis, jumlah penerima manfaat di sekolah tersebut kini mendekati 800 siswa.
Menurut Aep, Program Sekolah Gratis telah mengubah cara pandang masyarakat terhadap sekolah swasta.
“Program Sekolah Gratis ini menjadi magnet luar biasa. Banyak orang tua yang sekarang tidak lagi membedakan sekolah negeri dan swasta karena sama-sama gratis,” ujarnya.
Operasional Sekolah Lebih Terjamin
Selain meningkatkan jumlah peserta didik, program tersebut juga memberikan kepastian dalam pengelolaan keuangan sekolah. Sebelumnya, pihak sekolah kerap menghadapi kendala akibat tunggakan pembayaran SPP yang berdampak pada operasional.
Kini, bantuan Program Sekolah Gratis yang diterima secara rutin membuat sekolah dapat menyusun perencanaan keuangan dengan lebih baik.
“Dulu kami hampir setiap bulan mengalami kekhawatiran karena ada saja tunggakan. Sekarang dengan bantuan Program Sekolah Gratis rutin diterima sehingga kami tidak lagi khawatir memenuhi kebutuhan operasional, termasuk pembayaran honor guru dan tenaga kependidikan. Kami bisa menyusun perencanaan keuangan dengan lebih pasti,” jelas Aep.
Ia juga mengapresiasi komitmen Gubernur Banten Andra Soni dalam memperkuat kualitas pendidikan melalui Program Sekolah Gratis.
“Program ini bukan hanya soal menggratiskan biaya sekolah, tetapi juga mengangkat kualitas pendidikan swasta. Dulu ada sekat yang cukup besar antara sekolah negeri dan swasta. Sekarang masyarakat percaya kepada sekolah swasta karena memperoleh layanan yang sama, yakni pendidikan gratis dengan kualitas yang terus kami tingkatkan,” katanya.
Aep menambahkan, berdasarkan komunikasi dengan sejumlah kepala sekolah swasta lainnya di Banten, peningkatan jumlah pendaftar juga terjadi di banyak sekolah sejak program tersebut diterapkan.
SMK Jaya Buana Terima Sekitar 1.000 Siswa Baru
Dampak serupa juga dirasakan SMK Jaya Buana di Kabupaten Tangerang. Kepala sekolah, Aan Angsori, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap Program Sekolah Gratis sangat tinggi.
Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah tersebut menerima sekitar 1.000 peserta didik baru, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 912 siswa.
“Peminatnya di kita, Alhamdulillah sangat tinggi, mungkin kalau kita tidak tutup kemarin bisa di 1.800 sampai 2.000 pendaftar. Tapi karena kita batasi agar kita juga bisa lebih memaksimalkan fasilitas yang sudah ada,” ujar Aan.
Salah seorang siswa kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Jaya Buana, Raisa, mengaku program tersebut sangat membantu keluarganya karena mengurangi beban biaya pendidikan.
“Kemarin satu tahun benar-benar gratis, dengan program ini rasanya senang dan beban yang ada memang benar-benar berkurang,” ungkapnya.
Raisa berharap Program Sekolah Gratis yang digagas Pemprov Banten dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak anak yang memperoleh akses pendidikan.
“Terima kasih kepada Gubernur Banten Andra Soni. Semoga program ini terus berlanjut sehingga semakin banyak anak-anak di Banten yang bisa mendapatkan pendidikan,” katanya.







