TANGERANG SELATAN – Secangkir kopi menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari rutinitas pagi banyak orang. Selain membantu meningkatkan energi, berbagai penelitian menunjukkan konsumsi kopi dalam jumlah wajar juga berkaitan dengan proses penuaan yang lebih sehat, bahkan dapat membantu mengurangi tanda-tanda penuaan pada kulit.
Namun, menurut dokter spesialis dermatologi kosmetik asal London, Dr. Nora Jaafar, persoalan utama bukan terletak pada kopinya, melainkan pada bahan tambahan yang sering dicampurkan ke dalam minuman tersebut, terutama coffee creamer.
Survei pada 2019 menunjukkan hampir 80 persen masyarakat Amerika Serikat menambahkan coffee creamer, gula, atau bahan lainnya ke dalam kopi, dibanding meminumnya dalam bentuk kopi hitam (black coffee).
Penggunaan coffee creamer juga terus meningkat. Berdasarkan analisis Statista yang mengolah data U.S. Census dan Simmons National Consumer Survey, sekitar 182,45 juta warga Amerika menggunakan coffee creamer pada 2020. Jumlah itu diperkirakan naik menjadi 187,25 juta orang pada 2024.
Dikutip dari Newsweek, Dr. Nora menjelaskan bahwa kafein sebenarnya memiliki manfaat bagi kesehatan kulit apabila digunakan atau dikonsumsi secara tepat.
“Kafein memiliki hubungan yang unik dengan kulit. Jika digunakan secara topikal, kafein bekerja sebagai vasokonstriktor dan antioksidan yang dapat mengurangi pembengkakan serta menetralisir kerusakan akibat radikal bebas. Sementara jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, kafein juga memiliki manfaat antiinflamasi,” ujar Dr. Nora.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa konsumsi kafein secara berlebihan dapat memberikan dampak sebaliknya.
“Masalahnya adalah ketika dikonsumsi secara berlebihan. Peningkatan kadar hormon kortisol dapat merusak kolagen, memperburuk kondisi peradangan pada kulit, dan efek diuretiknya membuat kulit tampak lebih kering serta kusam,” jelasnya.
Sejumlah penelitian bahkan menunjukkan bahwa kopi bukan penyebab utama penuaan kulit. Beberapa studi justru menemukan konsumsi kopi dalam jumlah moderat berkaitan dengan usia harapan hidup yang lebih panjang hingga sekitar dua tahun, sekaligus membantu mengurangi tanda-tanda penuaan pada wajah.
Sebaliknya, coffee creamer umumnya mengandung sejumlah bahan yang berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan kulit, seperti minyak terhidrogenasi (hydrogenated oils), corn syrup solids, dan emulsifier sintetis.
Minyak terhidrogenasi merupakan minyak yang diproses dengan penambahan hidrogen sehingga menjadi lebih padat dan memiliki masa simpan lebih lama. Sementara corn syrup solids adalah bentuk bubuk dari sirup jagung yang banyak digunakan dalam produk makanan instan. Adapun emulsifier sintetis berfungsi memperbaiki tekstur, rasa, serta daya simpan produk olahan.
Menurut Dr. Nora, ketiga bahan tersebut dapat memengaruhi kesehatan kulit melalui mekanisme yang berbeda.
“Minyak terhidrogenasi dapat merusak lapisan pelindung lipid pada kulit sehingga kulit menjadi lebih kering dan sensitif,” ujarnya.
Ia menambahkan, kandungan corn syrup solids dapat memicu lonjakan kadar gula darah yang mempercepat proses glikasi, yaitu proses yang merusak kolagen dan elastin sehingga mempercepat munculnya kerutan serta tanda-tanda penuaan.
“Lonjakan gula darah memicu proses glikasi, yaitu proses yang merusak kolagen dan elastin sehingga mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan,” katanya.
Sementara itu, emulsifier sintetis dinilai dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma usus yang berpengaruh terhadap kondisi kulit.
“Emulsifier sintetis mengganggu mikrobioma usus, dan ketidakseimbangan tersebut hampir selalu terlihat pada kulit dalam bentuk peradangan, pori-pori tersumbat, hingga kambuhnya jerawat atau rosacea. Pada dasarnya, bahan-bahan ini menyerang kesehatan kulit dari berbagai sisi secara bersamaan,” jelasnya.
Bagi pencinta kopi yang ingin tetap menjaga kesehatan kulit, Dr. Nora menyarankan untuk mengurangi penggunaan coffee creamer dan memilih alternatif yang lebih sehat.
“Susu full cream atau susu oat tanpa pemanis yang dikonsumsi bersama makanan merupakan pilihan yang jauh lebih baik untuk kesehatan kulit,” pungkasnya.







