MAMUJU – Bentrokan berdarah yang melibatkan sekelompok orang tak dikenal (OTK) terjadi di area parkir King Karaoke, Jalan Diponegoro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu, 5 Juli, dini hari. Insiden tersebut menewaskan satu orang dan menyebabkan dua lainnya terluka, termasuk seorang anggota TNI yang mengalami luka tusuk.
Korban meninggal dunia diketahui berinisial T (53), warga Kelurahan Binanga. Ia mengembuskan napas terakhir di RS Bhayangkara Mamuju akibat pendarahan hebat setelah mengalami luka sayat di tangan kiri serta luka tusuk di bagian kiri atas perut.
Sementara itu, dua korban lainnya masih menjalani perawatan. K (41), anggota Kodim 1418/Mamuju, mengalami dua luka tusuk di bagian punggung dan dirawat intensif di RS Mitra Manakarra. Korban lainnya, D (24), warga Kelurahan Karema, mengalami luka serta nyeri pada bahu kiri.
Detik-detik bentrokan sempat terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi. Rekaman memperlihatkan sekelompok orang datang menggunakan sepeda motor sebelum terlibat adu mulut yang kemudian berujung perkelahian di area parkir tempat hiburan malam tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menduga bentrokan dipicu dugaan penganiayaan yang lebih dulu terjadi di dalam tempat hiburan malam. Korban D mengaku sempat dipukul oleh seseorang saat berada di lokasi.
Mendengar kabar tersebut, keluarga D kemudian mendatangi lokasi untuk mencari tahu kejadian yang dialami korban. Namun, situasi yang telah memanas berubah menjadi bentrokan fisik. Dalam insiden itu, T ditemukan tergeletak bersimbah darah di area parkir sebelum dievakuasi ke rumah sakit.
Usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi, Tim Resmob bersama Unit Reaksi Cepat (URC) Polresta Mamuju bergerak melakukan pengejaran terhadap pelaku.
Polisi kemudian menangkap seorang pemuda berinisial MAF (20), warga Kelurahan Karema, yang diduga sebagai pelaku penikaman. Selain mengamankan terduga pelaku, petugas juga menyita sebilah senjata tajam jenis badik yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.
Kasi Humas Polresta Mamuju Iptu Herman Basir membenarkan penangkapan itu. Menurutnya, MAF telah mengakui perbuatannya saat diperiksa penyidik.
“Pelaku berhasil diidentifikasi berinisial MAF. Setelah kami amankan dan lakukan interogasi, yang bersangkutan mengaku telah melakukan penikaman terhadap kedua korban dengan menggunakan sebilah badik,” ujar Herman dikutip 5 Juli.
Meski demikian, polisi masih mendalami motif utama di balik bentrokan berdarah tersebut. Penyidik juga terus mengumpulkan alat bukti serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kronologi secara utuh.
“Motif dan kronologi lengkapnya masih kami dalami melalui pemeriksaan intensif. Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dan alat bukti lengkap, akan segera kami sampaikan secara resmi ke publik,” kata Herman.







