JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan Taman Margasatwa Ragunan mencatat rekor jumlah pengunjung harian tertinggi sepanjang sejarah selama rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta yang bertepatan dengan libur akhir pekan.
Pada Minggu, 28 Juni, jumlah pengunjung yang memadati kawasan wisata tersebut mencapai lebih dari 135.500 orang. Menurut Pramono, lonjakan itu terjadi setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan kebijakan tiket masuk gratis ke sejumlah destinasi wisata serta tarif transportasi umum sebesar Rp1 pada 22–24 Juni dan 27–28 Juni 2026.
“Hari Minggu kemarin di Ragunan hadir lebih dari 135.500 orang. Selama ini rekornya 113.000, itu menyambut tahun baru yang lalu. Sekarang menjadi 135.500. Artinya, publik masyarakat memanfaatkan itu,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, dikutip Senin, 29 Juni.
Selain Ragunan, Pramono mengatakan jumlah pengunjung di Ancol juga berhasil mencatatkan rekor baru. Sementara itu, untuk Monumen Nasional (Monas), pihaknya masih menunggu laporan resmi terkait jumlah kunjungan selama periode libur tersebut.
“Kita juga memberikan kebebasan bagi warga dari mana pun untuk bisa memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh Jakarta untuk rekreasi seperti Ragunan, Ancol, Monas, museum-museum yang ada, GOR-GOR yang ada,” ujarnya.
Pramono menilai tingginya jumlah pengunjung menunjukkan kebijakan transportasi murah dan tiket gratis berhasil menarik minat masyarakat untuk berwisata ke Jakarta, termasuk wisatawan yang datang dari luar daerah.
Menurutnya, kemudahan akses transportasi dengan tarif Rp1 menjadi salah satu faktor utama yang mendorong masyarakat luar Jakarta memanfaatkan momentum libur sekolah untuk berkunjung.
“Kemarin yang banyak memanfaatkan di Ragunan adalah dari luar kota karena transportasi di Jakartanya mereka hanya Rp1, masuk Ancol maupun Ragunannya gratis, sehingga rekornya semuanya terpecahkan,” ucap Pramono.
Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menyiapkan kebijakan serupa menjelang perayaan lima abad Jakarta.
“Maka untuk lima abad nanti, saya akan memikirkan hal lain yang bagaimana masyarakat dari luar kota, terutama menyambut liburannya ini kan hari libur anak sekolah mereka bisa ke Jakarta dengan lebih baik,” lanjutnya.







