MAHASISWA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang (UNPAM) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan wawasan kritis yang dimiliki oleh civitas akademika. PKM kali ini menyasar generasi muda, khususnya siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang dalam kehidupan sehari-harinya tidak terlepas dari aktivitas belanja dan konsumsi konten pemasaran digital.
Dengan memahami strategi di balik promosi digital, diharapkan para pelajar dapat menjadi konsumen yang lebih cerdas, kritis, dan tidak mudah terjebak dalam manipulasi iklan.

Kegiatan PKM ini dilaksanakan pada tanggal 23 April 2026 di SMK Annajiyah, dengan tema “Dibalik Strategi Promosi Digital: Memahami Pemasaran Online agar Menjadi Konsumen Cerdas.” Tim pelaksana kegiatan terdiri dari Syafrina Hanum, Rismawati, dan Vern Aghnia Setyono.
Tema ini dipilih karena pesatnya perkembangan ekosistem pemasaran digital yang memanfaatkan berbagai platform seperti Instagram, TikTok, marketplace, dan e-commerce untuk menjangkau konsumen muda. Strategi promosi seperti flash sale, endorse influencer, iklan bertarget, dan diskon psikologis kerap kali membuat pelajar terdorong untuk berbelanja tanpa pertimbangan yang matang, sehingga literasi pemasaran digital menjadi sangat penting untuk dimiliki sejak dini.
Melalui kegiatan ini, para siswa mendapatkan pemahaman mendalam tentang berbagai teknik pemasaran digital yang umum digunakan oleh pelaku usaha untuk memengaruhi perilaku konsumen. Materi yang disampaikan meliputi cara kerja iklan berbayar di media sosial, strategi penetapan harga psikologis seperti harga coret dan diskon palsu, penggunaan testimoni dan ulasan palsu, serta bagaimana influencer marketing membentuk persepsi dan keinginan konsumen.
Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan untuk memverifikasi keaslian produk dan toko online, membaca syarat dan ketentuan promosi secara kritis, serta memahami hak-hak konsumen dalam transaksi digital sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia.
Dalam sesi diskusi yang berlangsung secara interaktif, banyak siswa yang mengungkapkan pengalaman mereka dalam menghadapi berbagai strategi promosi digital. Beberapa peserta mengaku pernah tergiur membeli produk karena melihat konten endorsement dari influencer favorit mereka, atau tergesa-gesa melakukan pembelian karena takut kehabisan saat flash sale berlangsung.
Melalui simulasi analisis iklan yang dilakukan bersama tim pelaksana, para siswa diajak untuk mengenali elemen-elemen persuasif dalam sebuah promosi dan melatih diri untuk berpikir kritis sebelum mengambil keputusan pembelian. Proses ini membuka mata para peserta bahwa banyak strategi pemasaran yang dirancang khusus untuk mempersingkat proses berpikir konsumen agar segera melakukan transaksi.
Kegiatan ini disambut dengan sangat antusias oleh para siswa dan guru di SMK Annajiyah. Mereka merasa mendapat bekal pengetahuan baru yang sangat praktis dan langsung dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam aktivitas berbelanja online yang sudah menjadi bagian dari rutinitas generasi muda saat ini.
Para guru juga memberikan apresiasi tinggi terhadap metode penyampaian yang digunakan oleh tim pelaksana, yakni dengan pendekatan yang ringan, berbasis contoh nyata dari platform yang sudah akrab di kalangan pelajar, serta menggunakan studi kasus yang mudah dipahami dan relevan.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta generasi konsumen muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menyikapi berbagai strategi promosi digital yang terus berkembang. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah seperti ini diharapkan dapat terus dijalin secara konsisten agar manfaatnya semakin dirasakan oleh lebih banyak pelajar di seluruh Indonesia.
Artikel ini disusun sebagai dokumentasi kegiatan sekaligus informasi bagi masyarakat umum, khususnya civitas pendidikan, tentang pentingnya literasi pemasaran digital dalam membentuk generasi konsumen yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus promosi dan iklan digital yang melanda kehidupan sehari-hari generasi muda.
Penulis:
Syafrina Hanum
Rismawati
Vern Aghnia Setyono
Mahasiswa Universitas Pamulang







