MAHASISWA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang (UNPAM) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata melalui penerapan ilmu pengetahuan dan wawasan kritis kepada generasi muda yang tengah tumbuh di era digital. PKM kali ini menyasar siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dalam kehidupan sehari-harinya sangat terpapar oleh konten media sosial, sehingga rentan terhadap fenomena FOMO (Fear of Missing Out) yang mendorong perilaku konsumtif dan kebiasaan belanja impulsif.
Kegiatan PKM ini dilaksanakan pada tanggal 23 April 2026 di SMK Annajiyah, dengan tema “Dampak Media Sosial dan FOMO pada Kebiasaan Belanja Pelajar.” Tim pelaksana kegiatan terdiri dari Amelya Putri Riduan, Rida Apriani, dan Siti Istiyanah,

Tema ini dipilih karena maraknya penggunaan platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube di kalangan pelajar yang seringkali memunculkan tekanan sosial untuk mengikuti tren, membeli produk terbaru, atau tampil sesuai standar yang ditampilkan oleh influencer dan konten kreator. Fenomena FOMO yang ditimbulkan oleh paparan konten tersebut terbukti memengaruhi pola konsumsi remaja secara signifikan.
Melalui kegiatan ini, para siswa mendapatkan materi tentang bagaimana algoritma media sosial bekerja dalam membentuk keinginan dan kebutuhan palsu, serta bagaimana FOMO secara psikologis mendorong seseorang untuk berbelanja demi memenuhi rasa takut tertinggal dari tren. Peserta juga dibekali pemahaman tentang perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, strategi mengenali jebakan iklan digital, serta cara membangun pola pikir kritis sebagai konsumen yang cerdas. Selain itu, diselenggarakan pula sesi diskusi interaktif di mana siswa dapat berbagi pengalaman pribadi mereka terkait pengaruh media sosial terhadap keputusan belanja yang pernah mereka lakukan, sehingga pembelajaran terasa lebih relevan dan kontekstual.
Dalam sesi diskusi, banyak siswa yang mengakui bahwa mereka sering merasa terdorong untuk membeli suatu produk setelah melihatnya berulang kali di media sosial, atau karena teman-teman sebaya mereka sudah memilikinya terlebih dahulu. Beberapa peserta bahkan mengungkapkan bahwa mereka pernah menghabiskan uang saku dalam jumlah yang signifikan hanya demi mengikuti tren yang sedang viral tanpa benar-benar membutuhkan produk tersebut. Melalui refleksi dan edukasi yang diberikan dalam kegiatan ini, para siswa mulai membangun kesadaran diri untuk lebih selektif dalam mengonsumsi konten digital dan lebih bijak dalam mengambil keputusan pembelian.
Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh para siswa dan guru di SMK Annajiyah. Mereka merasa terbantu karena mendapat wawasan baru yang sangat relevan dengan tantangan yang mereka hadapi setiap harinya sebagai pengguna aktif media sosial. Para guru juga mengapresiasi pendekatan yang digunakan oleh tim pelaksana, yakni menyajikan materi dengan cara yang interaktif, berbasis contoh nyata, dan mudah dipahami oleh pelajar. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu para siswa untuk lebih kritis dalam menyikapi pengaruh media sosial dan lebih bertanggung jawab dalam mengelola keuangan pribadi mereka.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta sinergi yang positif antara institusi pendidikan tinggi dengan sekolah menengah dalam upaya membentuk generasi muda yang melek digital sekaligus bijak secara finansial. Tim PKM juga berharap agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh semakin banyak pelajar di berbagai daerah.
Artikel ini disusun sebagai dokumentasi kegiatan sekaligus informasi bagi masyarakat umum, khususnya civitas pendidikan, tentang pentingnya literasi digital dan kesadaran konsumtif dalam menghadapi pengaruh media sosial yang semakin masif di kehidupan generasi muda saat ini.
Penulis:
Amelya Putri Riduan
Rida Apriani
Siti Istiyanah
Mahasiswa Universitas Pamulang







