KEMAMPUAN mengelola keuangan merupakan salah satu keterampilan hidup yang penting dimiliki sejak usia remaja. Namun, dalam praktiknya, masih banyak pelajar yang belum terbiasa mengatur dan mencatat penggunaan uang saku secara terencana.
Kondisi tersebut dapat memicu perilaku konsumtif, kesulitan mengendalikan pengeluaran, hingga kebiasaan meminta tambahan uang sebelum waktunya. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat (PMKM) di Yayasan Irtiqo Kebajikan sebagai upaya memperkuat literasi keuangan di kalangan siswa.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 17 Mei 2026 ini melibatkan 23 siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di bawah naungan Yayasan Irtiqo Kebajikan. Program mengangkat tema edukasi literasi keuangan melalui pencatatan uang saku untuk mendorong kebiasaan menabung dan membangun kemandirian finansial sejak dini.
Dalam kehidupan sehari-hari, uang saku tidak hanya berfungsi sebagai alat memenuhi kebutuhan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran pengambilan keputusan ekonomi. Sayangnya, tanpa pemahaman yang memadai, pengeluaran sering dilakukan secara impulsif tanpa perencanaan. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dasar mengenai pengelolaan keuangan personal melalui metode yang sederhana, praktis, dan mudah diterapkan oleh siswa.
Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya pencatatan keuangan harian. Peserta diperkenalkan pada konsep dasar arus kas sederhana, meliputi pemasukan, pengeluaran, dan saldo. Melalui pencatatan yang dilakukan secara kronologis dan rutin, siswa diajak memahami bahwa setiap keputusan keuangan memiliki konsekuensi terhadap kondisi finansial mereka. Kebiasaan mencatat juga membantu membedakan antara kebutuhan dan keinginan sehingga pengeluaran dapat dikendalikan dengan lebih bijaksana.
Selain pencatatan keuangan, peserta memperoleh edukasi mengenai pengelolaan uang menggunakan prinsip alokasi dana 50-30-20. Dalam metode ini, 50 persen dana dialokasikan untuk kebutuhan utama, 30 persen untuk kebutuhan sekunder atau keinginan, dan 20 persen disisihkan sebagai tabungan. Pendekatan tersebut diperkenalkan sebagai strategi sederhana untuk membangun budaya menabung melalui konsep saving first atau menyisihkan tabungan di awal sebelum melakukan pengeluaran lainnya.
Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pembelajaran interaktif dan berbasis pengalaman. Mahasiswa menyampaikan materi melalui media presentasi, dilanjutkan dengan simulasi pencatatan kas harian menggunakan studi kasus sederhana. Peserta dipandu secara langsung dalam mengisi tabel pemasukan dan pengeluaran serta menghitung saldo akhir. Metode ini dipilih agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan pengelolaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk meningkatkan partisipasi dan daya serap peserta, kegiatan dilengkapi dengan kuis interaktif dan diskusi mengenai perbedaan karakter hemat dan konsumtif. Siswa juga diberikan gambaran mengenai manfaat menabung secara konsisten melalui simulasi sederhana, seperti akumulasi tabungan Rp10.000 per minggu yang dapat berkembang menjadi Rp480.000 dalam satu tahun. Simulasi tersebut memberikan pemahaman nyata bahwa kebiasaan kecil dapat menghasilkan manfaat finansial yang besar apabila dilakukan secara disiplin.
Hasil kegiatan menunjukkan respons yang positif dari para peserta. Sebagian besar siswa mampu memahami konsep dasar literasi keuangan, mengenali prioritas kebutuhan, serta menjelaskan kembali cara menghitung saldo dan menerapkan alokasi dana secara tepat. Peningkatan pemahaman ini menjadi indikator bahwa edukasi keuangan yang dilakukan secara sederhana dan kontekstual memiliki potensi besar dalam membentuk kebiasaan finansial yang sehat.
Melalui kegiatan PMKM ini, Yayasan Irtiqo Kebajikan dan mahasiswa Universitas Pamulang menunjukkan bahwa penguatan literasi keuangan tidak harus dilakukan dengan metode yang rumit. Pembiasaan mencatat uang saku dan menabung secara terencana dapat menjadi fondasi penting bagi generasi muda dalam membangun kemandirian ekonomi, mengurangi perilaku konsumtif, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan finansial di masa depan.
Penulis:
Alexandria Eka Saputri Sebatu
Putri Ramadhani Novita Sidi
Rasta Dwi Kurnia, Zaskia Ramadhani
Mahasiswa Akuntansi Universitas Pamulang







