MAHASISWA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini dilaksanakan di Yayasan Aksi Nyata Bangkit Bersama dengan mengusung tema “Pengembangan Hobi Menjadi Peluang Usaha Melalui Kreativitas dan Pemasaran sebagai Upaya Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Anak Muda.”
Program ini diusulkan oleh tim mahasiswa yang terdiri dari Riris Aulia Fazira sebagai ketua pelaksana, dengan anggota Nurghofar dan Siti Mutya Hamidah.
Yayasan Aksi Nyata Bangkit Bersama merupakan lembaga sosial yang berperan penting dalam memberikan perlindungan, pengasuhan, dan pembinaan bagi anak-anak yang kehilangan orang tua maupun mengalami penelantaran. Selain memenuhi kebutuhan dasar, yayasan ini juga menyediakan pendidikan formal maupun nonformal agar anak-anak memiliki kesempatan untuk belajar dan mengembangkan potensi diri demi masa depan yang lebih baik.

Di balik kehidupan sehari-hari mereka yang sederhana, tersimpan potensi yang luar biasa—hobi menggambar, membuat kerajinan tangan, hingga memasak, yang selama ini hanya menjadi pengisi waktu luang tanpa arah pengembangan yang jelas.
Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan sebelum pelaksanaan kegiatan, ditemukan bahwa sebagian besar anak-anak panti memiliki potensi kreativitas yang cukup baik, namun pemahaman mereka mengenai kewirausahaan dan cara memanfaatkan kreativitas sebagai peluang usaha masih relatif terbatas. Kondisi inilah yang menjadi dasar dilaksanakannya program PKM sebagai sarana edukasi dan pemberdayaan bagi anak-anak panti.
Perkembangan zaman menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan berpikir kreatif dan inovatif. Kreativitas tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan ide-ide baru, tetapi juga kemampuan mengubah ide tersebut menjadi karya yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.
Banyak anak muda saat ini mampu mengubah hobi sederhana menjadi usaha kecil yang menghasilkan pendapatan mandiri, baik melalui bazar lokal maupun platform digital seperti WhatsApp. Peluang inilah yang belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh anak-anak muda di yayasan tersebut, sehingga pengenalan kreativitas dan kewirausahaan sejak usia dini menjadi langkah strategis dalam membentuk karakter yang produktif dan adaptif terhadap perubahan.
Kegiatan diawali dengan sesi sosialisasi dan pengenalan yang hangat dan penuh semangat. Tim PKM menjelaskan tujuan dan manfaat program kepada peserta serta pihak yayasan. Tak lama berselang, layar proyektor menyala dan presentasi interaktif bertajuk “Cerdas Finansial: Belajar Berwirausaha” pun dimulai. Tim PKM menjelaskan bahwa setiap individu memiliki potensi kreatif yang dapat dikembangkan melalui latihan, keberanian mencoba hal baru, dan kemauan untuk terus belajar. Anak-anak langsung terpukau dan antusias mengikuti jalannya sesi.
Pada sesi berikutnya, peserta diberikan materi mengenai dasar-dasar kewirausahaan yang disampaikan dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami. Melalui Materi yang interaktif, anak-anak diperkenalkan pada berbagai contoh hobi yang bisa dijadikan usaha—mulai dari menjual kerajinan tangan, membuat makanan ringan, menggambar kartu ucapan, hingga menjadi YouTuber gaming.
Peserta juga diajak memahami pentingnya memiliki sikap mandiri, bertanggung jawab, disiplin, serta berani mengambil peluang. “Saya suka main bola, kak! ” tanya salah satu peserta dengan penuh antusias, disambut tawa dan tepuk tangan dari teman-temannya. Semangat itu semakin membara ketika tim membuka sesi “Tebak Hobi”—sebuah permainan interaktif di mana peserta berlomba-lomba menyebutkan hobi mereka dan bersama-sama menebak apakah hobi tersebut bisa menjadi peluang usaha. Suasana menjadi sangat cair; semua larut dalam kegembiraan belajar yang menyenangkan.
Agar materi lebih mudah dipahami, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan karya kreatif sederhana. Dalam sesi ini, peserta diajak berkreasi langsung dengan memanfaatkan bahan-bahan yang telah disediakan, seperti pembuatan kerajinan celengan dan produk daur ulang.
Anak-anak diberikan kesempatan untuk menuangkan ide dan imajinasi mereka ke dalam bentuk karya yang menarik, dengan bimbingan penuh dari tim pelaksana. Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan rasa percaya diri peserta dalam menghasilkan sesuatu yang bernilai guna dan nilai jual.
Tidak hanya berfokus pada proses pembuatan karya, tim PKM juga memberikan pemahaman mengenai cara mempromosikan produk. Tiga cara promosi sederhana yang mudah diterapkan di lingkungan panti diperkenalkan: berbicara langsung kepada teman dan pengurus panti, membuat brosur tulis tangan yang ditempel di mading atau kantin, serta meminta bantuan teman untuk ikut menyebarkan informasi produk.
Peserta juga diajak memahami pentingnya pengemasan yang menarik, penentuan harga yang sesuai, serta cara mengambil foto produk menggunakan telepon genggam agar tampak lebih profesional. Kalimat promosi sederhana seperti “Hei, aku jual celengan buatan tangan, lucu dan murah lho!” langsung dipraktikkan oleh beberapa peserta dengan penuh percaya diri, membuat seluruh ruangan riuh dengan tawa dan semangat.
Dalam era digital saat ini, pemasaran tidak lagi terbatas pada lingkungan sekitar. Oleh karena itu, tim PKM turut memperkenalkan pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi, khususnya melalui WhatsApp. Peserta diberikan gambaran bagaimana media sosial dapat digunakan untuk memperkenalkan hasil karya kepada masyarakat yang lebih luas.
Selain itu, tim juga menyampaikan pentingnya mengelola keuangan dengan bijak: menyisihkan sebagian hasil usaha untuk tabungan, tidak menghabiskannya hanya untuk jajanan, dan menggunakannya untuk terus berkembang.
Berbagai permainan edukatif dan kuis ringan disisipkan sepanjang sesi untuk meningkatkan partisipasi peserta sekaligus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Selama kegiatan berlangsung, anak-anak menunjukkan antusiasme yang luar biasa—aktif bertanya, berdiskusi, dan berpartisipasi penuh dalam setiap sesi.
Pengurus Yayasan Aksi Nyata Bangkit Bersama menyambut baik pelaksanaan program ini dan memberikan apresiasi kepada tim mahasiswa Universitas Pamulang. Menurut pihak yayasan, kegiatan yang berfokus pada pengembangan kreativitas dan kewirausahaan masih relatif jarang dilakukan, sehingga program ini memberikan pengalaman baru yang bermanfaat sekaligus membuka wawasan anak-anak terhadap peluang yang ada di sekitar mereka.
Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, diharapkan anak-anak muda di Yayasan Aksi Nyata Bangkit Bersama dapat memperoleh pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat berkarya, sikap mandiri, serta jiwa kewirausahaan yang menjadi bekal dalam menghadapi tantangan di masa depan. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi sarana untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial terhadap masyarakat. Sebagai penutup, kegiatan PKM ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan yang bersifat sementara, tetapi juga menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan antara Universitas Pamulang dan Yayasan Aksi Nyata Bangkit Bersama, demi mendukung pengembangan potensi generasi muda Indonesia.
Penulis:
Riris Aulia Fazira
Nurghofar
Siti Mutya Hamidah
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang







