TANGERANG SELATAN – Stroke masih menjadi salah satu gangguan kesehatan yang banyak dialami masyarakat, terutama kelompok usia dewasa hingga lanjut usia. Kondisi ini membuat berbagai penelitian terus dilakukan untuk menemukan langkah sederhana yang dapat membantu menekan risiko stroke, salah satunya melalui pola makan dan pemenuhan kebutuhan nutrisi harian.
Salah satu nutrisi yang belakangan mendapat perhatian para peneliti adalah vitamin B. Sejumlah studi terbaru menunjukkan bahwa beberapa jenis vitamin B berpotensi mendukung kesehatan pembuluh darah sekaligus membantu menurunkan risiko stroke apabila dikonsumsi dalam jumlah yang memadai.
Dilansir dari Health, vitamin B bukanlah satu jenis vitamin tunggal, melainkan kumpulan beberapa vitamin yang memiliki fungsi berbeda di dalam tubuh. Di antaranya adalah vitamin B6, vitamin B12, dan folat atau vitamin B9 yang berperan dalam mengatur kadar homosistein dalam darah.
Homosistein merupakan senyawa yang apabila jumlahnya terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk stroke. Oleh karena itu, menjaga kadar homosistein tetap dalam batas normal dinilai penting untuk mempertahankan kesehatan pembuluh darah.
Temuan yang dipublikasikan dalam American Journal of Preventive Cardiology mengungkapkan bahwa suplementasi vitamin B tertentu berpotensi membantu menurunkan risiko stroke, khususnya pada individu yang memiliki kadar homosistein tinggi. Meski manfaatnya tidak bekerja secara langsung seperti obat pengontrol tekanan darah, vitamin B tetap dianggap memberikan kontribusi positif dalam menjaga kesehatan jantung dan otak.
Peneliti juga menemukan bahwa manfaat tersebut cenderung lebih terasa pada mereka yang sebelumnya memiliki asupan vitamin B yang kurang dari makanan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa kecukupan nutrisi memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Kebutuhan vitamin B sebenarnya dapat dipenuhi melalui berbagai bahan makanan yang mudah ditemukan. Vitamin B12 banyak terkandung dalam ikan, telur, susu, serta daging. Sementara itu, folat dapat diperoleh dari sayuran hijau, alpukat, kacang-kacangan, hingga buah-buahan sitrus seperti jeruk. Dengan menerapkan pola makan yang seimbang, kebutuhan vitamin B umumnya dapat tercukupi tanpa harus bergantung pada suplemen.
Meski demikian, tidak semua orang memerlukan tambahan suplemen vitamin B. Kelompok tertentu, seperti lansia, vegetarian ketat, atau individu dengan gangguan penyerapan nutrisi, memang lebih rentan mengalami kekurangan vitamin B12. Dalam kondisi tersebut, penggunaan suplemen biasanya perlu dipertimbangkan berdasarkan hasil pemeriksaan dan rekomendasi dokter.
Selain memastikan asupan vitamin B terpenuhi, penerapan gaya hidup sehat tetap menjadi faktor utama dalam menekan risiko stroke. Menjaga tekanan darah tetap stabil, rutin berolahraga, tidur yang cukup, serta membatasi konsumsi garam dan lemak jenuh merupakan langkah penting yang perlu dilakukan.
Di samping itu, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan juga diketahui dapat meningkatkan risiko stroke secara signifikan. Karena itu, vitamin B sebaiknya dipandang sebagai pendukung pola hidup sehat, bukan sebagai satu-satunya cara untuk mencegah stroke.







