TIGA mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang (Unpam) melaksanakan kegiatan literasi keuangan untuk anak usia dini di PAUD Dahlia, Parung, Kabupaten Bogor melalui konsep bank mini. Dengan pendekatan pembelajaran interaktif, anak-anak diperkenalkan pada nilai rupiah, kegiatan menabung, serta proses sederhana seperti menabung dan menarik uang dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat (PMKM) yang dilaksanakan langsung di lingkungan sekolah. Para mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menghadirkan simulasi bank mini lengkap dengan uang mainan dan buku tabungan sederhana. Melalui konsep ini, anak-anak diajak merasakan pengalaman layaknya berada di bank sehingga pembelajaran menjadi lebih nyata dan menarik.
Sejak pagi hari, siswa PAUD Dahlia terlihat antusias mengikuti kegiatan. Mereka duduk berkelompok dan bergantian berperan sebagai nasabah dan petugas bank mini. Anak-anak belajar menabung, mencatat uang, serta melakukan simulasi setor dan tarik uang. Aktivitas ini membantu mereka memahami bahwa uang memiliki nilai dan perlu dikelola dengan baik sejak dini.
Menurut tim mahasiswa, konsep bank mini dipilih karena mampu memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak. Dengan metode ini, anak tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga terlibat aktif dalam kegiatan yang menyerupai kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini membuat pembelajaran terasa lebih menyenangkan dan mudah dipahami.
“Kami ingin anak-anak belajar melalui pengalaman langsung. Dengan adanya bank mini, mereka bisa memahami fungsi uang sekaligus belajar menabung dengan cara yang seru,” ujar Saskia Maulyda, salah satu mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Hal senada juga disampaikan oleh Ka’ila Syafitri. Menurutnya, metode pembelajaran interaktif membuat anak-anak lebih mudah memahami materi literasi keuangan. “Anak-anak terlihat lebih antusias saat praktik langsung. Mereka jadi lebih cepat mengenal nilai uang dan memahami pentingnya menabung sejak dini,” jelasnya.
Sementara itu, Aufal Fajri mengatakan bahwa kegiatan bank mini memberikan pengalaman baru bagi anak-anak karena mereka dapat belajar sambil bermain bersama teman-temannya. “Melalui simulasi sederhana ini, anak-anak menjadi lebih aktif dan berani mencoba langsung proses menabung,” ujarnya.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini karena dinilai sesuai dengan kebutuhan pembelajaran anak usia dini. Kepala PAUD Dahlia, Tike Rudiarti, menyampaikan bahwa kegiatan bank mini sangat membantu anak dalam memahami konsep keuangan secara konkret. “Anak-anak jadi lebih paham karena mereka langsung praktik, bukan hanya mendengarkan,” tuturnya.
Selama kegiatan berlangsung, guru turut mendampingi siswa agar proses pembelajaran tetap kondusif dan menyenangkan. Anak-anak tampak bersemangat mengikuti setiap sesi, mulai dari menabung, mencatat transaksi sederhana, hingga menghias buku tabungan mereka sendiri.
Kebiasaan menabung sejak dini diyakini mampu membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, serta membantu anak membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Melalui pendekatan bank mini, literasi keuangan tidak hanya berhenti di dalam kelas, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga karena mereka dapat berinteraksi langsung dengan anak-anak sekaligus menerapkan ilmu akuntansi dalam bentuk yang lebih sederhana dan aplikatif. Program ini juga menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan bank mini ini, mahasiswa berharap literasi keuangan dapat diperkenalkan secara lebih luas kepada anak-anak dengan metode yang kreatif, interaktif, dan sesuai dengan usia mereka. Dengan demikian, diharapkan akan tumbuh generasi yang lebih bijak dalam mengelola keuangan sejak dini.
Penulis:
- Saskia Maulyda
- Ka’ila Syafitri
- Aufal Fajri
Mahasiswa Program Studi Sarjana Akuntansi Universitas Pamulang







