JAKARTA – Momentum Hari Raya Iduladha identik dengan pembagian daging kurban kepada masyarakat. Namun, masih banyak yang belum memahami cara penyimpanan daging yang benar, termasuk berapa lama batas aman daging kurban dapat bertahan di suhu ruang.
Daging, terutama daging segar, termasuk bahan pangan yang mudah mengalami penurunan kualitas apabila dibiarkan terlalu lama tanpa penyimpanan yang tepat. Kondisi suhu ruang dapat mempercepat pertumbuhan bakteri yang berpotensi menyebabkan keracunan makanan.
Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat agar memperhatikan standar keamanan pangan mulai dari proses penyimpanan hingga penyajian daging kurban. Menurut panduan keamanan pangan yang digunakan secara luas, makanan berbahan daging tidak dianjurkan berada di suhu ruang terlalu lama karena berada dalam “zona bahaya” pertumbuhan bakteri, yakni sekitar 5–60 derajat Celsius.
Pada kondisi umum, daging atau makanan berbahan daging sebaiknya tidak dibiarkan di suhu ruang lebih dari dua jam. Namun, pada kondisi cuaca panas seperti di negara tropis, terutama ketika suhu lingkungan mencapai lebih dari 32 derajat Celsius, batas amannya dapat berkurang menjadi sekitar satu jam.
Selain itu, Kementerian Kesehatan menyarankan daging segar yang belum diolah segera disimpan dalam kulkas dengan suhu di bawah 5 derajat Celsius apabila tidak langsung dimasak. Dalam kondisi tersebut, daging dapat bertahan hingga sekitar empat hari. Sedangkan untuk penyimpanan jangka panjang, daging dapat disimpan di freezer dengan suhu minus 18 hingga minus 20 derajat Celsius dan disarankan digunakan dalam waktu hingga tiga bulan.
Masyarakat juga diimbau tidak hanya mengandalkan tanda fisik seperti bau atau perubahan warna untuk menilai keamanan daging. Sebab, bakteri berbahaya dapat berkembang tanpa selalu menimbulkan perubahan yang terlihat secara kasat mata.
Agar kualitas daging kurban tetap terjaga, daging sebaiknya segera dipisahkan dalam porsi kecil sebelum dimasukkan ke lemari pendingin. Cara ini juga mempermudah proses pencairan saat akan diolah kembali.
Dengan penyimpanan yang tepat, daging kurban tidak hanya lebih awet, tetapi juga aman dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga.







