JAKARTA – Komisi V DPR mendesak Kementerian Perhubungan segera mengumumkan hasil investigasi kecelakaan tabrakan KRL Commuter Line dengan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang menewaskan 16 orang.
Wakil Ketua Komisi V DPR, Saiful Huda, meminta Kemenhub menyampaikan perkembangan hasil investigasi dalam rapat kerja bersama Komisi V di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta. Menurutnya, rapat sebelumnya tertunda karena Kemenhub belum memiliki hasil investigasi yang bisa dipaparkan.
“Rapat yang tertunda sebelumnya harus diganti dengan raker hari ini, harus lebih progresif,” kata Huda di kompleks DPR/MPR, dikutip Kamis, 21 Mei dari http://beritasatu.com.
Ia menilai Kemenhub perlu menjelaskan langkah-langkah yang sudah dan akan dilakukan untuk memperbaiki layanan transportasi kereta api nasional pascakecelakaan maut yang terjadi di Bekasi pada Senin malam, 27 April.
Menurut Huda, hasil investigasi tidak harus dipaparkan secara menyeluruh dalam tahap awal. Namun, pemerintah setidaknya perlu menyampaikan gambaran awal penyebab kecelakaan tersebut.
“Kita betul-betul sangat berharap raker ini sudah memberi gambaran awal dari temuan-temuan KNKT,” ujarnya.
Selain itu, Huda mengaku akan menagih komitmen Kemenhub terkait penertiban perlintasan sebidang yang selama ini kerap menjadi pemicu kecelakaan. Ia menyebut langkah tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“Pak Presiden sudah memberikan ruang fiskal cukup besar, Rp 4 triliun. Artinya ini bisa dipercepat,” katanya.







