TANGERANG SELATAN– Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengerahkan sebanyak 108 tim pemantau hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Tim gabungan tersebut ditugaskan untuk memastikan kondisi hewan kurban dalam keadaan sehat, layak, dan aman dikonsumsi masyarakat.
Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan Kota Tangsel, Pipit Surya Yuniar mengatakan, tim pengawas terdiri dari 54 sarjana muda koasisten calon dokter hewan dan 54 kader yang tersebar di seluruh kelurahan pada tujuh kecamatan di Kota Tangsel.
“Setiap tim terdiri dari kader dan dokter hewan yang akan berkeliling. Mereka ditempatkan satu tim di setiap kelurahan,” ujar Pipit, Selasa (19/5/2026).
Pipit menjelaskan, tim bertugas melakukan pengawasan mulai dari tahap pra hingga pascapenyembelihan hewan kurban. Sebelum proses penyembelihan dilakukan di masjid, musala, maupun lokasi lainnya, petugas memastikan kondisi kesehatan hewan kurban memenuhi syarat.
Pengawasan juga dilakukan saat proses penyembelihan berlangsung untuk memastikan organ dalam hewan layak dikonsumsi masyarakat.
“Biasanya ada temuan seperti cacing pada jeroan sapi atau kambing yang tidak bisa terdeteksi sebelum hewan disembelih,” jelasnya.
Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tangsel juga melakukan pemeriksaan rutin ke lapak penjualan hewan kurban sebelum Hari Raya Iduladha.
Pemeriksaan dilakukan terhadap hewan ternak seperti sapi, kambing, dan domba guna memastikan bebas dari penyakit, termasuk penyakit mulut dan kuku (PMK).
Menurut Pipit, beberapa gangguan kesehatan ringan yang ditemukan umumnya terjadi akibat proses transportasi hewan dari daerah asal, seperti mata merah, belekan, atau kelelahan.
“Hewan yang mengalami kondisi tersebut langsung ditangani, misalnya diberikan obat tetes mata sehingga saat hari penyembelihan sudah layak potong,” katanya.
Hewan dan lapak yang telah lolos pemeriksaan kesehatan nantinya akan diberikan tanda atau stiker sebagai bukti telah diperiksa petugas.
“Dengan adanya stiker itu, pembeli merasa lebih aman,” ucap Pipit.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengaku telah melakukan inspeksi langsung ke sejumlah lokasi penjualan dan penyelenggaraan hewan kurban.
Menurut Benyamin, pemeriksaan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar masyarakat merasa aman dan tenang saat membeli hewan kurban.
“Sampai saat ini belum ditemukan adanya PMK atau penyakit mulut dan kuku,” kata Benyamin.
Ia menambahkan, sebagian besar hewan kurban yang masuk ke wilayah Tangsel berasal dari berbagai daerah seperti Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan wilayah Banten.
Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga memberikan edukasi kepada pedagang untuk menjaga kebersihan kandang serta memastikan kondisi hewan tetap baik selama masa penjualan.
Benyamin juga menyebutkan, hingga saat ini jenis hewan kurban berupa kerbau belum ditemukan dalam pendataan hewan kurban di Kota Tangerang Selatan tahun ini.







