• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home MOTIVASI & INSPIRASI

Saat Tubuh Meminta Berhenti: Pelajaran Hidup dari Rasa Sakit

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Mei 18, 2026
in MOTIVASI & INSPIRASI, NEWS
Reading Time: 2min read
Saat Tubuh Meminta Berhenti: Pelajaran Hidup dari Rasa Sakit
2.6k
SHARES
206
VIEWS

Catatan Harian ASA

Sudah lebih dari seminggu…
hari-hari terasa berbeda.

Tubuh yang biasanya bergerak bebas, kini lebih banyak berbaring dari pada meeting atau aktif bekerja tanpa pamrih.

Bukan karena malas.
Bukan karena menyerah.
Tetapi karena rasa sakit memaksa badan berhenti sejenak.

Kadang manusia baru benar-benar diam…
saat tubuhnya tidak lagi mampu diajak berjalan apalagi berlari.

Hari-hari pun berubah sederhana.

Hanya ibadah inti.
Menulis sedikit.
Menonton YouTube.
Mendengar musik atay lantunan Al-Qur’an.

Lalu kembali memejamkan mata sambil menahan nyeri yang datang saat duduk terlalu lama atau bergerak sedikit salah posisi.

Dan di titik itu…
kita mulai sadar bahwa hidup ternyata tidak selalu tentang produktif.
Tidak selalu tentang sibuk.
Tidak selalu tentang mengejar sesuatu.

BACA JUGA :  Ruben Onsu Siap Tempuh Jalur Damai Usai Jadi Tersangka Dugaan Penipuan

Ada masa ketika bertahan saja sudah termasuk perjuangan hidup.

Sakit spasme otot punggung memang aneh.
Secara kasat mata mungkin orang lain tidak melihat luka.
Tetapi yang merasakan tahu…
betapa satu gerakan kecil bisa seperti ditusuk dari dalam, hingga tubuh berteriak dari dalam.

Namun justru di atas tempat tidur itu, kadang jiwa mulai lebih tenang mendengar dan fokus dirinya sendiri.

Mungkin selama ini hidup terlalu bising.
Terlalu banyak target.
Terlalu banyak tekanan.
Terlalu banyak pikiran yang dipendam sendirian.

Lalu Tuhan berkata melalui tubuhNya:

“Berhentilah sebentar.
Kau bukan mesin.”

Dan uniknya…
saat badan melemah, hati justru mulai belajar hal-hal yang dulu sering terlupakan.

Belajar menikmati waktu yang berjalan pelan.
Belajar bersyukur bisa tidur tanpa gelisah.
Belajar bahwa mendengar Al-Qur’an dengan tenang pun ternyata nikmat besar.
Belajar bahwa musik yang lembut bisa menjadi teman saat malam terasa panjang.
Dan akhirnya berkarya jadi jauh lebih dalam.

BACA JUGA :  Cegah Peredaran Narkoba Selama Nataru, Polri Awasi Ketat Tempat Hiburan

Kadang sakit bukan datang untuk menghancurkan manusia.
Tetapi untuk mengurangi sedikit kebisingan hidupnya.

Karena ada luka yang tidak bisa disembuhkan dengan keramaian.
Ia hanya bisa pulih dalam diam.

Mungkin ini masa istirahat yang tidak pernah kita izinkan untuk diri sendiri.
Maka tubuh akhirnya mengambil alih keputusan itu.

Dan percaya…
orang yang pernah merasakan sakit hingga hanya bisa berbaring berhari-hari, biasanya setelah sembuh akan lebih menghargai hidupnya.

Lebih menghargai hal dan langkah kecil.
Lebih menghargai duduk tanpa nyeri.
Lebih menghargai kesehatan yang dulu dianggap biasa.

Kadang duduk tanpa rasa sakit saja…
ternyata adalah nikmat yang luar biasa.

Sesuatu yang dulu terasa biasa, kini terasa mewah dan sangat berharga.

BACA JUGA :  TBK Sports Festival 2025 Kembali Digelar di Tangsel, Ajak Pesepeda Lampaui Batasan

Bisa bangun tanpa meringis.
Bisa duduk tenang tanpa mencari posisi.
Bisa berjalan tanpa menahan napas karena nyeri.
Bisa aktif tanpa rasa sakit dan nyeri.

Dan dari situ kita manusia belajar…
bahwa banyak kebahagiaan kecil setiap harinya, sebenarnya sudah Tuhan titipkan setiap hari, hanya saja dulu kita terlalu sehat untuk menyadarinya.

Sebab ternyata…
nikmat terbesar bukan selalu kemewahan.

Kadang hanya bisa duduk nyaman tanpa rasa sakit, adalah sebuah kemewahan yang tak terhingga.

Salam Hangat.

ASA | Asrulsani Abu, S.E., M.M.

Penulis buku, pengurus APINDO dan ALFI Sulselbar

Tags: Pelajaran Hidup dari Rasa Sakit
Previous Post

Pasal Penghinaan Presiden hingga Zina Digugat, MK Gelar Sidang Lanjutan Uji KUHP

Next Post

Tragedi Kapal di Malaysia, Kemlu Pastikan Proses Pemulangan Jenazah WNI

Related Posts

Tumbuh dari Usaha Sederhana, BRILink Agen Nilam Sari Kini Kelola 15 Gerai di Medan
ADVERTORIAL

Tumbuh dari Usaha Sederhana, BRILink Agen Nilam Sari Kini Kelola 15 Gerai di Medan

Oktober 22, 2026
2.4k
Konten Karhutla Hilang di Meta dan TikTok? Warga Silakan Lapor
NASIONAL

Konten Karhutla Hilang di Meta dan TikTok? Warga Silakan Lapor

Oktober 22, 2026
2.4k
hujan ringan
TANGERANG SELATAN

Cuaca Tangsel Kamis 22 Oktober: 6 Kecamatan Hujan Ringan, Setu Perlu Waspada

Oktober 22, 2026
2.4k
Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.6k
Next Post
Tragedi Kapal di Malaysia, Kemlu Pastikan Proses Pemulangan Jenazah WNI

Tragedi Kapal di Malaysia, Kemlu Pastikan Proses Pemulangan Jenazah WNI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com