MAKKAH – Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Mohammad Rizki, mengungkapkan sebanyak 60 jemaah haji asal Indonesia saat ini tengah menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi, khususnya wilayah Kota Makkah.
“Saat ini sudah ada beberapa jemaah haji Indonesia yang dirawat di rumah sakit, yaitu sekitar 60 jemaah di berbagai rumah sakit yang ada di Arab Saudi, tepatnya di Kota Makkah,” kata Mohammad Rizki dalam keterangannya, dikutip Kamis, 14 Mei.
Ia menjelaskan, jemaah yang mengalami gangguan kesehatan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan di pos pelayanan kesehatan yang disediakan pemerintah Indonesia di Tanah Suci sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit apabila membutuhkan penanganan lanjutan.
Menurutnya, pelayanan kesehatan tahap awal dilakukan oleh petugas kesehatan di masing-masing kelompok terbang (kloter). Jika kondisi jemaah tidak bisa ditangani di tingkat kloter, maka penanganan akan dilanjutkan ke pos pelayanan satelit atau Klinik Kesehatan Haji Indonesia.
“Kalau kasus-kasus yang memerlukan perawatan lebih lanjut, maka akan segera dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi,” ujarnya.
Meski demikian, Mohammad Rizki belum merinci jenis penyakit yang dialami para jemaah yang sedang dirawat tersebut.
Ia menambahkan, sistem pelayanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi mengikuti ketentuan yang diterapkan pemerintah setempat, termasuk pembagian layanan berdasarkan kategori urgent care center (UCC).
Saat ini, Indonesia memiliki 39 pos kesehatan satelit dengan level UCC 3 serta satu pos kesehatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia yang berstatus level UCC 2.
“Untuk level 2, kami melayani kasus-kasus emergency. Sementara level 3 melayani kasus yang tidak memerlukan penanganan segera atau masih bisa ditangani dalam rentang waktu 30 menit hingga dua jam,” jelasnya.
Pemerintah Indonesia terus mengimbau para jemaah haji agar menjaga kondisi tubuh selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Aktivitas yang padat serta cuaca panas dinilai berisiko memicu gangguan kesehatan, terutama bagi jemaah lanjut usia maupun yang memiliki penyakit penyerta.







