BEKASI – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan mengerahkan 14 personel tambahan guna mempercepat proses evakuasi korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur. Tim tambahan ini diterjunkan untuk membantu penyelamatan korban yang masih terjebak di dalam gerbong KRL usai tabrakan dengan kereta api jarak jauh.
Personel tambahan tersebut berasal dari Basarnas Special Group (BSG), unit khusus yang memiliki kemampuan penanganan situasi darurat dan evakuasi dengan tingkat kesulitan tinggi.
Humas Kantor SAR Jakarta, Ramili Prasetio, mengatakan pengerahan tim tambahan diharapkan bisa mempercepat proses penyelamatan yang sudah berlangsung selama berjam-jam sejak insiden terjadi pada Senin malam (27/4/2026).
“Empat belas personel saat ini kembali diberangkatkan dari Basarnas Special Group. Korban terhimpit lima orang, hingga saat ini masih dilakukan upaya penyelamatan,” ujar Ramili dalam keterangan resmi, Selasa (28/4/2026) dini hari.
Sebelumnya, tim Basarnas telah berhasil mengevakuasi dua korban yang sempat terjepit di dalam gerbong KRL. Setelah berhasil dikeluarkan, keduanya langsung mendapat penanganan medis dari tim dokter dan paramedis sebelum dibawa ke rumah sakit terdekat.
Proses evakuasi dilakukan secara terpadu bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero), petugas medis, dan instansi terkait dengan prioritas utama keselamatan seluruh korban.
Berdasarkan informasi sementara, kecelakaan terjadi saat KRL Commuter Line tengah berhenti di jalur 1 menuju arah Cikarang. Di saat bersamaan, kereta api jarak jauh dari arah barat masuk ke jalur yang sama dan menabrak rangkaian KRL dari belakang.
Hingga kini, proses evakuasi masih terus berlangsung, sementara penyebab pasti kecelakaan masih didalami oleh pihak berwenang.







