BEKASI– PT Kereta Api Indonesia memastikan seluruh biaya perawatan korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur akan ditanggung penuh. Jaminan tersebut mencakup biaya pengobatan hingga pemakaman korban meninggal dunia.
Dalam keterangan resmi, KAI menyebutkan total korban meninggal dunia mencapai tujuh orang, sementara 82 lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut sekaligus memastikan komitmen perusahaan dalam penanganan korban.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses penanganan berjalan dengan baik,” ujar Anne, Selasa (28/4/2026).
Para korban luka saat ini dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RS Bella Bekasi, RS Siloam Bekasi Timur, serta RS Bakti Kartini.
Sementara itu, sebanyak 240 penumpang Kereta Api Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat dalam insiden tersebut. KAI terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk tim medis dan petugas evakuasi, guna memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan optimal.
Pasca kejadian, operasional di Stasiun Bekasi Timur untuk sementara dihentikan guna mendukung proses evakuasi dan penanganan di lokasi. Perjalanan kereta rel listrik (KRL) juga dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi demi menjaga keamanan jalur.
KAI turut membuka posko informasi bagi keluarga penumpang untuk memantau kondisi korban. Selain itu, layanan Contact Center 121 disiagakan untuk memberikan informasi terbaru terkait operasional dan perkembangan penanganan pascakecelakaan.







