TANGERANG– Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Babakan, Kota Tangerang, melibatkan 11 warga binaan dari Lapas Kelas I Tangerang sebagai relawan pencuci ompreng dalam operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya menggabungkan pelayanan gizi dengan pemberdayaan sosial. Dapur SPPG Babakan sendiri berada di dalam area lapas, dengan keterlibatan warga binaan yang telah mendapatkan remisi dan akan segera kembali ke masyarakat.
Para warga binaan ditugaskan khusus di bagian pencucian ompreng dan tidak dilibatkan dalam proses pengolahan makanan. Seluruh aktivitas mereka berlangsung di bawah pengawasan ketat petugas lapas.
Head Chef dapur SPPG Babakan, Chef Kuming, menjelaskan bahwa kerja sama ini dilakukan melalui proses seleksi yang ketat oleh pihak lapas.
“Kami bekerja sama dengan lapas. Kami memberikan slot bagi warga binaan, sekitar 11 orang,” ujar Chef Kuming saat ditemui di SPPG Babakan, Kamis (23/4/2026).
Ia menegaskan, warga binaan tidak diperkenankan menyentuh makanan maupun menggunakan peralatan tajam selama bertugas. Pengawasan dilakukan secara intensif oleh petugas lapas, bahkan hingga larut malam.
“Dari jam 2 siang, bahkan mereka pernah lembur sampai jam 2 pagi. Petugas sipir 4–5 orang tetap standby menjaga di berbagai titik, seperti pintu depan, belakang, dan jendela. Jadi insya Allah aman,” jelasnya.
Meski berada dalam pengawasan ketat, Chef Kuming menilai kinerja para warga binaan sangat baik, terutama dalam menjaga kebersihan dan kerapian peralatan makan.
“Mungkin karena sudah terbiasa disiplin, hasilnya sangat bersih. Omprengnya benar-benar clean,” ungkapnya.
Ia membandingkan dengan dapur SPPG lain, di mana ompreng terkadang masih basah pada pagi hari. Sementara di SPPG Babakan, seluruh ompreng telah dalam kondisi kering dan siap digunakan.
“Ini luar biasa, hasil kerja warga binaan lapas sangat baik,” tambahnya.
Sebelum mulai bekerja, para warga binaan juga mendapatkan pembekalan mengenai standar operasional pencucian ompreng. Proses tersebut meliputi tahap pembilasan awal, pencucian dengan sabun, pembilasan ulang, pengeringan, hingga sterilisasi dan penataan.
Chef Kuming berharap keterlibatan warga binaan ini tidak hanya membantu operasional dapur, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat membantu mempersiapkan kondisi mental dan psikologis warga binaan sebelum kembali ke tengah masyarakat.







