JAKARTA– Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengumumkan satu jemaah haji Indonesia meninggal dunia di Madinah, Arab Saudi.
Jemaah tersebut bernama Rodiyah (68), asal Solo, Jawa Tengah, yang tergabung dalam kloter SOC-3.
“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Kami menyampaikan duka cita atas wafatnya jemaah haji asal Solo atas nama Rodiyah akibat serangan jantung,” ujar Juru Bicara Kementerian Haji, Ichsan Marsha, dalam keterangan pers penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M yang disiarkan melalui YouTube, Jumat (24/4/2026).
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan bahwa jemaah yang wafat akan mendapatkan badal haji. Badal haji merupakan pelaksanaan ibadah haji yang diwakilkan oleh orang lain atas nama jemaah yang berhalangan, termasuk karena meninggal dunia.
“PPIH menjamin badal haji bagi jemaah yang wafat. Kita berdoa agar almarhumah husnul khatimah,” ujarnya.
Sementara itu, kondisi kesehatan jemaah haji Indonesia di Madinah dilaporkan relatif terkendali. Sebanyak 93 jemaah menjalani rawat jalan di Daerah Kerja (Daker) Madinah. Dua orang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia, dan satu jemaah lainnya menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.
Pemerintah juga telah menyesuaikan prosedur pelepasan jemaah di embarkasi dengan menghapus kegiatan seremonial. Kebijakan ini diambil untuk mengurangi kelelahan dan memberikan waktu istirahat yang cukup bagi para jemaah.
Ichsan menambahkan, suhu udara di Arab Saudi saat ini diperkirakan mencapai 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan sekitar 25 persen. Ia mengimbau jemaah untuk memperbanyak konsumsi air putih guna mencegah dehidrasi.
Hingga hari keempat pemberangkatan, tercatat sebanyak 40 kelompok terbang (kloter) dengan total 15.349 jemaah telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.884 jemaah yang tergabung dalam 25 kloter telah tiba dengan selamat di Tanah Suci.







