JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan membawa kantong belanja sendiri saat bepergian, menyusul lonjakan harga plastik yang dipicu konflik global.
Menurutnya, kenaikan harga plastik tidak hanya membebani sektor perdagangan, tetapi juga berdampak langsung pada pelaku usaha kecil hingga konsumen. “Harus diakui plastik sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat sehari-hari. Dan saat harga plastik melonjak, sektor domestik pun ikut terdampak besar,” ujarnya, dikutip Sabtu, 18 April.
Diketahui, harga plastik di Indonesia mengalami kenaikan signifikan hingga 30–80 persen per April 2026. Kondisi ini dipengaruhi gangguan rantai pasok global, mengingat ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku impor masih mencapai sekitar 60 persen.
Daniel menilai, fenomena ini menunjukkan bahwa gejolak global dapat berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat, bahkan melalui hal sederhana seperti kemasan. “Ini bukan sekadar kenaikan biaya produksi, tapi sinyal bahwa ketergantungan kita terhadap material berbasis fosil masih sangat tinggi dan rentan,” jelasnya.
Meski demikian, ia melihat situasi ini sebagai peluang untuk mendorong perubahan menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan. “Kenaikan harga plastik bisa menjadi momentum untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memperkuat ekosistem material alternatif,” katanya.
Selama ini, lanjut Daniel, transisi menuju gaya hidup ramah lingkungan berjalan lambat karena plastik dianggap paling murah dan praktis. Namun, perubahan harga membuka ruang adaptasi kebijakan yang lebih luas.
Ia juga menyoroti dampak lingkungan dari limbah plastik yang semakin mengkhawatirkan. Data badan lingkungan PBB menunjukkan sekitar 19 hingga 23 juta ton limbah plastik mencemari perairan dunia setiap tahun.
Untuk itu, Daniel mendorong perubahan kebiasaan masyarakat, seperti membawa kantong belanja yang dapat digunakan berulang kali atau menggunakan wadah sendiri saat membeli makanan. Ia juga mengajak pelaku usaha untuk kembali memanfaatkan kemasan tradisional berbahan organik seperti daun atau besek yang lebih mudah terurai.
“Langkah kecil seperti ini bisa berdampak besar jika dilakukan bersama-sama,” pungkasnya.






