• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home OPINI

Dari Timur Tengah ke Indonesia: Dampak Perang Iran–AS–Israel dalam Perspektif Octuple Bottom Line

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
April 14, 2026
in NEWS, OPINI
Reading Time: 2min read
Dari Timur Tengah ke Indonesia: Dampak Perang Iran–AS–Israel dalam Perspektif Octuple Bottom Line
227
SHARES
3.1k
VIEWS

Oleh: Holiawati
Dosen Magister Akuntansi Universitas Pamulang

PERANG di Timur Tengah kembali mengingatkan dunia bahwa konflik tidak pernah benar-benar jauh. Apa yang terjadi di antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel hari ini, pada kenyataannya, juga sedang “terjadi” di Indonesia—meski dalam bentuk yang berbeda: harga yang naik, daya beli yang melemah, dan ketidakpastian yang kian terasa.

Dalam lanskap global yang saling terhubung, konflik bersenjata tidak lagi berhenti di batas geografis. Ia menjalar melalui jalur energi, perdagangan, hingga psikologi pasar. Indonesia, sebagai bagian dari sistem global, tidak berada di luar pusaran itu.

Selama ini, respons terhadap konflik global cenderung bertumpu pada satu hal: ekonomi. Ukuran keberhasilan sering direduksi pada stabilitas harga dan pertumbuhan. Namun, pendekatan ini terasa semakin tidak memadai. Dunia yang kompleks membutuhkan cara pandang yang lebih utuh. Di sinilah konsep Octuple Bottom Line (OBL) menjadi relevan—sebuah pendekatan yang melihat dampak dari delapan dimensi: ekonomi, sosial, lingkungan, etika, teknologi, tata kelola, spiritual, dan keberlanjutan global.

BACA JUGA :  Viral Kerbau Albino ‘Donald Trump’ di Bangladesh Batal Disembelih saat Iduladha

Dari sisi ekonomi, dampak perang terlihat paling nyata. Ketegangan di kawasan penghasil energi dunia mendorong harga minyak naik dan menekan negara-negara pengimpor, termasuk Indonesia.

Konsekuensinya bukan hanya pada APBN, tetapi langsung menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat. Kenaikan biaya transportasi dan logistik merambat ke harga pangan. Pada titik ini, perang menjadi sangat personal.

Namun, persoalannya tidak berhenti di situ. Dampak sosial mulai mengemuka ketika tekanan ekonomi tidak terdistribusi secara merata. Kelompok rentan menjadi yang paling terdampak. Ketika daya beli melemah dan ketimpangan melebar, stabilitas sosial ikut dipertaruhkan.

Dari perspektif lingkungan, konflik global sering kali membawa kemunduran. Ketika pasokan energi terganggu, negara cenderung kembali mengandalkan sumber daya fosil demi menjaga stabilitas jangka pendek. Akibatnya, komitmen terhadap transisi energi dan keberlanjutan menjadi terabaikan.

BACA JUGA :  Baritim Apresiasi Prabowo Cabut Izin Tambang Raja Ampat

Yang lebih mengkhawatirkan adalah dimensi etika. Perang selalu meninggalkan jejak kemanusiaan: korban sipil, pengungsian, dan kehancuran infrastruktur. Dalam konteks ini, konflik Iran–AS–Israel mencerminkan kegagalan kolektif dunia dalam menempatkan nilai kemanusiaan sebagai prioritas.

Sementara itu, perkembangan teknologi justru menambah kompleksitas konflik. Disrupsi rantai pasok global, ancaman siber, hingga ketidakpastian industri digital menjadi bagian dari dampak yang tidak kasatmata, tetapi signifikan.

Bagi Indonesia, situasi ini juga menjadi ujian tata kelola. Pemerintah dituntut responsif dan adaptif dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi masyarakat. Kebijakan fiskal, pengendalian inflasi, hingga strategi energi menjadi indikator ketahanan nasional di tengah tekanan global.

Di tengah semua itu, ada dimensi yang kerap luput: spiritual. Konflik ini seharusnya menjadi refleksi bahwa pembangunan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan. Dunia membutuhkan keseimbangan antara kemajuan material dan nilai-nilai kemanusiaan.

BACA JUGA :  KA Gajayana Hantam Truk Tronton di Kebumen, Pos Pelintasan Ambruk

Pada akhirnya, perang Iran–AS–Israel menegaskan satu hal mendasar: dunia adalah satu sistem yang saling terhubung. Krisis di satu kawasan akan selalu menemukan jalannya untuk berdampak ke kawasan lain.

Karena itu, sudah saatnya kita meninggalkan cara pandang yang sempit. Pendekatan seperti Octuple Bottom Line bukan lagi sekadar konsep, melainkan kebutuhan. Ia mengingatkan bahwa keberlanjutan tidak hanya soal profit, tetapi juga tentang manusia, lingkungan, dan nilai-nilai yang kita pegang bersama.

Dari Timur Tengah hingga Indonesia, pelajaran itu kini hadir dengan cara yang paling nyata—dan mungkin paling mahal.

Tags: dampak perangEkonomi duniaPerang Iran-AS-Israel
Previous Post

Kejahatan Digital Meningkat, Komdigi dan Polri Satukan Sistem Aduan

Next Post

TikTok Nonaktifkan 780 Ribu Akun Anak, Pemerintah Apresiasi Implementasi PP Tunas

Related Posts

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.3k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.3k
Usai Video Hadang Mahasiswa Viral, Ajudan Gubernur Kaltim Akhirnya Buka Suara
DAERAH

Usai Video Hadang Mahasiswa Viral, Ajudan Gubernur Kaltim Akhirnya Buka Suara

Oktober 21, 2026
2.4k
Berkat KUR BRI, Comring Sawargi Naik Kelas dan Buka Lapangan Kerja Bagi Warga Garut
ADVERTORIAL

Berkat KUR BRI, Comring Sawargi Naik Kelas dan Buka Lapangan Kerja Bagi Warga Garut

Oktober 21, 2026
2.5k
BMKG Gunakan Dry Ice untuk Urai Kabut Asap Karhutla di Sumatra dan Kalimantan
NASIONAL

BMKG Gunakan Dry Ice untuk Urai Kabut Asap Karhutla di Sumatra dan Kalimantan

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Tiktok Digugat Ratusan Juta Rupiah Karena Pelanggaran Ini

TikTok Nonaktifkan 780 Ribu Akun Anak, Pemerintah Apresiasi Implementasi PP Tunas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com