TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus mempercepat pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) campak dengan strategi jemput bola ke sejumlah Taman Kanak-kanak (TK), khususnya di wilayah UPTD Puskesmas Bakti Jaya, Kecamatan Setu.
Langkah ini diambil untuk memastikan sekitar 109.000 anak usia 9–59 bulan mendapatkan imunisasi tambahan guna meningkatkan perlindungan terhadap penyakit campak yang sangat mudah menular.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Allin Hendalin Mahdaniar, menjelaskan bahwa strategi tersebut dilakukan agar target cakupan imunisasi bisa tercapai lebih cepat sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB).
“ORI campak menjadi langkah penting untuk memperkuat kekebalan anak terhadap penyakit yang sangat mudah menular. Makanya, kita percepat akses imunisasi campak untuk anak-anak ini dengan jemput bola langsung ke Taman Kanak-kanak,” ungkap Dr. Allin dikutip Jumat, 10 April 2026.
Program ORI campak dilaksanakan secara bertahap di berbagai fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas dan posyandu, serta menyasar satuan pendidikan anak usia dini untuk memperluas jangkauan.
Pelaksanaan imunisasi tambahan ini berlangsung selama dua minggu di puskesmas, kemudian dilanjutkan dengan masa sweeping selama satu minggu guna menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan layanan.
Selain itu, pemerintah juga mengimbau para orang tua agar aktif memanfaatkan fasilitas imunisasi yang telah disediakan demi melindungi anak dari risiko penyakit campak.
“Orang tua tidak perlu ragu. Imunisasi campak aman, halal, dan penting untuk melindungi anak dari risiko komplikasi serius. Mari bersama pastikan anak-anak kita mendapatkan imunisasi lengkap,” tutupnya.







