JAKARTA– Film Ghost in the Cell garapan sutradara Joko Anwar mendapat sambutan antusias dari pencinta film Tanah Air. Hingga hari ketiga penayangan, film tersebut berhasil meraih 560.307 penonton.
Capaian itu disampaikan langsung oleh Joko Anwar melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengaku tidak menyangka respons publik begitu besar terhadap film terbarunya tersebut.
“Nggak nyangka ramai banget, terima kasih banyak teman-teman! Sampai dengan hari ke-3, 560.307 orang sudah puas lihat koruptor dihukum setimpal,” tulisnya, Minggu (19/4/2026).
Film Ghost in the Cell mulai tayang di seluruh bioskop Indonesia sejak 16 April 2026. Sebelum dirilis di dalam negeri, film ini telah menarik perhatian internasional dan hak penayangannya bahkan sudah dibeli di 86 negara.
Film ini merupakan produksi Come and See Pictures yang bekerja sama dengan RAPI Films.
Sejumlah aktor papan atas turut membintangi film ini, di antaranya Abimana Aryasatya, Aming, Lukman Sardi, dan Marissa Anita. Selain itu, turut hadir Rio Dewanto, Tora Sudiro, Morgan Oey, serta Endy Arfian.
Joko Anwar menjelaskan, film ini mengangkat latar kehidupan di dalam penjara fiktif bernama Lapas Angsana, yang dipenuhi berbagai persoalan, mulai dari kekerasan antar narapidana hingga penindasan oleh oknum petugas.
Cerita semakin menegangkan saat seorang napi baru masuk dan satu per satu penghuni penjara meninggal secara misterius. Terungkap bahwa kematian tersebut berkaitan dengan sosok gaib yang menyerang mereka yang memiliki aura negatif.
“Suatu hari seorang napi baru masuk dan satu per satu napi mati dengan cara yang sangat mengerikan. Setelah mengetahui bahwa ada hantu yang membunuh orang dengan aura atau energi negatif, para napi berlomba-lomba berbuat kebaikan agar mendapatkan aura positif,” ujar Joko.
Namun, upaya untuk berubah tidak mudah di tengah lingkungan penjara yang sarat ketidakadilan. Hingga akhirnya para narapidana menyadari pentingnya persatuan untuk melawan penindasan.
“Tentunya sulit tetap positif di dalam penjara yang penuh ketidakadilan. Hingga mereka sadar satu hal yang sepertinya tidak mungkin tapi harus mereka lakukan untuk tetap hidup, yaitu bersatu melawan penindas,” katanya.






