JAKARTA – Kasus keracunan makanan massal kembali terjadi di Jakarta Timur. Kali ini, puluhan siswa dari sejumlah sekolah di kawasan Pondok Kelapa, Duren Sawit, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa insiden tersebut berkaitan dengan makanan yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2. Hingga Sabtu (4/4/2026), sebanyak 72 siswa masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Peristiwa ini melibatkan siswa dari beberapa sekolah, di antaranya SMAN 91 serta sejumlah sekolah dasar di kawasan Pondok Kelapa. Dugaan awal menyebutkan menu spageti menjadi penyebab keracunan yang dialami para siswa.
Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Justin Adrian Untayana, menilai kejadian ini sebagai peringatan serius bagi pelaksanaan program MBG.
“Ini sudah merupakan keracunan massal yang kesekian kalinya. Lagi-lagi, anak-anak kita menjadi korban,” ujarnya, Senin (6/4).
Ia mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera bertindak dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum guna mengusut tuntas penyebab kejadian tersebut.
“Pemprov DKI harus berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk menyelidiki kejadian ini agar masyarakat mendapatkan kejelasan,” tegasnya.
Justin juga menyoroti pentingnya pengawasan yang lebih ketat, terutama dalam tata kelola dapur program MBG. Menurutnya, tanpa perbaikan serius, kasus serupa berpotensi terus berulang.
“Ini bukan pertama kalinya dan tidak akan menjadi terakhir jika tidak ada perbaikan,” lanjutnya.
Ia pun mendorong adanya kolaborasi lintas dinas di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kualitas bahan makanan, kebersihan dapur, hingga distribusi berjalan sesuai standar.
Kasus ini menjadi sorotan publik dan diharapkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, agar keamanan dan kesehatan para siswa dapat benar-benar terjamin.







