TANGERANG SELATAN- Kasus pasangan suami istri yang meninggal di dalam mobil saat arus mudik Lebaran 2026 menjadi peringatan serius bagi masyarakat. Peristiwa ini menyoroti bahaya tersembunyi saat beristirahat di dalam kendaraan.
Tidur di mobil kerap menjadi pilihan praktis bagi pemudik untuk menghemat waktu dan biaya perjalanan. Namun, kebiasaan tersebut menyimpan sejumlah risiko yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Berikut beberapa bahaya tidur di mobil yang perlu diwaspadai, dirangkum dari KlikDokter:
1. Keracunan gas karbon monoksida (CO)
Gas karbon monoksida merupakan sisa pembakaran kendaraan yang dapat masuk ke dalam kabin. Gas ini tidak berwarna dan tidak berbau, sehingga sulit terdeteksi. Paparan CO dapat menyebabkan pusing, kehilangan kesadaran, hingga kematian, terutama jika mesin atau AC mobil tetap menyala saat penumpang tertidur.
2. Gangguan peredaran darah
Tidur dalam posisi duduk dalam waktu lama dapat menghambat aliran darah. Kondisi ini berisiko memicu terbentuknya gumpalan darah, terutama pada bagian kaki, jika tidak disertai pergerakan atau peregangan selama perjalanan panjang.
3. Risiko cedera akibat guncangan
Mobil bukan dirancang sebagai tempat tidur yang stabil. Pergerakan seperti pengereman mendadak atau manuver kendaraan dapat menyebabkan tubuh terguncang dan berpotensi menimbulkan cedera.
4. Risiko kecelakaan dan keamanan
Beristirahat di kendaraan yang diparkir sembarangan dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Selain itu, aspek keamanan juga perlu diperhatikan karena kendaraan bisa menjadi sasaran tindak kriminal, terutama saat penumpang tertidur lelap.
Berbagai risiko tersebut menunjukkan bahwa tidur di mobil bukanlah pilihan yang sepenuhnya aman. Pemudik diimbau untuk lebih mempertimbangkan faktor keselamatan dengan memilih lokasi istirahat yang layak, seperti rest area resmi, serta memastikan sirkulasi udara tetap baik selama berada di dalam kendaraan.







