TANGERANG SELATAN – Belakangan ini, kebiasaan minum segelas air panas di pagi hari ramai diikuti banyak orang setelah viral di TikTok. Sejak awal tahun, berbagai konten membahas manfaat kebiasaan ini, mulai dari mengurangi kembung, melancarkan pencernaan, hingga membantu proses detoks tubuh.
Tren ini semakin populer setelah sejumlah kreator mengklaim merasakan perubahan signifikan, seperti perut yang lebih rata setelah rutin melakukannya. Video-video tersebut pun menarik perhatian jutaan penonton dan memicu rasa penasaran banyak orang untuk mencoba hal serupa.
Secara praktik, kebiasaan ini cukup sederhana, yakni minum air panas saat perut masih kosong setelah bangun tidur. Meski tidak diketahui pasti siapa yang pertama mempopulerkannya, tren ini sudah beredar luas sejak sekitar April 2025.
Dalam beberapa budaya, seperti pengobatan tradisional Tiongkok, minum air hangat memang dipercaya dapat membantu melancarkan peredaran darah dan sistem pencernaan. Tak heran jika sebagian orang merasa tubuhnya lebih nyaman dan proses pencernaan lebih lancar setelah melakukannya.
Namun, menurut ahli kesehatan pencernaan dari UT Health San Antonio, Cari Sorrell, belum ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan bahwa air panas memiliki manfaat khusus untuk mengatasi kembung atau sembelit. Ia menjelaskan bahwa yang terpenting adalah memastikan tubuh mendapatkan cukup cairan agar sistem pencernaan tetap bekerja optimal.
Ia juga menambahkan bahwa saat bangun tidur, tubuh secara alami memang memicu aktivitas seperti buang air besar, sehingga perut terasa lebih lega. Minum air, termasuk air hangat, dapat membantu proses tersebut berjalan lebih lancar, tetapi bukan karena suhu air semata.
Terkait klaim detoks, Cari Sorrell menegaskan bahwa tubuh manusia sudah memiliki mekanisme alami melalui organ seperti hati dan ginjal untuk membuang zat-zat yang tidak diperlukan. Karena itu, tidak ada hubungan khusus antara suhu air dan proses detoksifikasi.
Selain itu, menambahkan lemon ke dalam air panas juga tidak memberikan manfaat khusus selain menambah rasa segar. Meskipun demikian, kebiasaan minum air di pagi hari tetap dianggap baik, terutama untuk membantu menjaga hidrasi tubuh.
Meski terlihat sederhana dan murah, kebiasaan ini perlu dilakukan dengan bijak. Air yang terlalu panas, yakni di atas 60 derajat Celsius, berisiko menyebabkan luka pada mulut, tenggorokan, hingga kerongkongan. Jika terjadi secara berulang, kondisi ini bahkan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius, termasuk kanker kerongkongan.
Oleh karena itu, disarankan untuk memilih air hangat, bukan air yang terlalu panas, agar tetap aman sekaligus memberikan manfaat bagi tubuh.







