JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional dipastikan akan dihentikan sementara selama periode libur Lebaran 2026.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa penyaluran makanan bergizi kepada para penerima manfaat hanya berlangsung hingga 17 Maret 2026. Setelah itu, program akan dihentikan sementara sebagai penyesuaian jadwal menjelang libur Idulfitri.
Artinya, selama masa jeda Lebaran, distribusi makanan bergizi bagi kelompok penerima manfaat seperti ibu hamil, balita, dan anak sekolah tidak akan dilakukan.
Dadan menyampaikan bahwa penyaluran program akan kembali berjalan setelah masa libur Lebaran berakhir, tepatnya mulai 31 Maret 2026.
Selain menjelaskan jadwal penyaluran, Dadan juga menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah belum memiliki rencana untuk mengurangi anggaran program MBG. Program tersebut tetap mengacu pada alokasi dana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2026.
Menurutnya, anggaran program MBG masih berjalan sesuai rencana awal dan belum mengalami perubahan. Total dana yang dialokasikan untuk program ini mencapai Rp335 triliun.
Pernyataan tersebut disampaikan Dadan setelah menghadiri rapat bersama sejumlah pimpinan kementerian dan lembaga di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir Purbaya Yudhi Sadewa, Rosan Roeslani, serta Rachmat Pambudy yang membahas berbagai isu kebijakan ekonomi dan program pemerintah.
Di tengah wacana penyesuaian anggaran sejumlah program pemerintah, Dadan menegaskan bahwa hingga kini belum ada perubahan terkait anggaran MBG. Jika nantinya terdapat rencana penyesuaian, pembahasan akan dilakukan bersama kementerian dan lembaga terkait.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak sekolah, balita, dan ibu hamil.







