SEMARANG– Volume kendaraan arus mudik Lebaran 2026 yang melintas di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah mulai mengalami peningkatan sejak Minggu, 15 Maret 2026.
Berdasarkan data Pos Pengamanan GT Kalikangkung, hingga Minggu sore tercatat sebanyak 18.288 kendaraan masuk ke Kota Semarang melalui gerbang tol tersebut. Sementara kendaraan yang melintas dari arah sebaliknya, yakni dari Semarang menuju Jakarta, tercatat sebanyak 8.306 kendaraan.
Kapospam Kalikangkung AKP Dimas Arief Wicaksono mengatakan, peningkatan volume kendaraan terlihat dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
“Hingga Minggu sore tercatat sebanyak 18.288 kendaraan masuk ke Kota Semarang melalui Gerbang Tol Kalikangkung. Sementara itu, kendaraan yang melintas dari arah sebaliknya atau dari Semarang menuju Jakarta tercatat sebanyak 8.306 kendaraan,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip, Senin, 16 Maret 2026.
Ia menjelaskan, rata-rata kendaraan yang melintas mengalami kenaikan dibandingkan Jumat, 13 Maret 2026. Jika sebelumnya sekitar 900 kendaraan per jam, kini meningkat menjadi sekitar 1.400 hingga 1.900 kendaraan per jam.
Sementara itu, data PT Jasamarga Semarang Batang mencatat selama periode H-7 Lebaran, sebanyak 88.934 kendaraan menuju Semarang melalui GT Kalikangkung dari arah Jakarta. Jumlah tersebut meningkat 76,07 persen dibandingkan volume lalu lintas normal.
Pada periode yang sama, sebanyak 61.536 kendaraan tercatat keluar menuju arah Jakarta atau meningkat 39,54 persen dari kondisi normal.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, PT Jasa Marga menyiapkan sejumlah langkah guna menjaga kelancaran arus lalu lintas. Salah satunya dengan mengoperasikan hingga 17 gardu transaksi, termasuk gardu tambahan untuk mempercepat proses transaksi dan mengurangi antrean kendaraan.
Sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Tengah juga menyatakan telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Berbagai skenario pengamanan dan rekayasa lalu lintas disiapkan guna memastikan perjalanan masyarakat yang melintasi wilayah Jawa Tengah berjalan lancar.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto mengatakan pihaknya telah menyiapkan pos terpadu di Kalikangkung sebagai pusat kendali pemantauan arus lalu lintas.
“Pos terpadu di Kalikangkung akan mengkoordinir seluruh pos pengamanan dan pos terpadu di jajaran. Pos ini menjadi pusat kendali untuk memantau perkembangan arus lalu lintas di berbagai jalur di Jawa Tengah,” ujarnya di Mapolda Jateng, 9 Maret 2026.
Selain itu, Polda Jateng juga membagi wilayah yang berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas ke dalam empat kawasan aglomerasi guna memudahkan pengendalian arus kendaraan. Wilayah tersebut meliputi aglomerasi Wonosobo–Banjarnegara, Dieng–Magelang, Klaten–Yogyakarta, serta Ungaran–Semarang–Demak–Jepara.
“Pos terpadu Kalikangkung yang dikendalikan oleh Dirlantas Polda Jateng akan mengoordinasikan seluruh wilayah aglomerasi tersebut. Jadi bukan hanya jalur tol yang menjadi perhatian, tetapi jalur arteri juga menjadi fokus pengawasan,” kata Artanto.







