PACITAN- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa berkekuatan magnitudo (M) 6,4 yang berpusat di Pacitan, Jawa Timur, nyaris berpotensi menimbulkan tsunami.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan gempa tersebut tergolong gempa megathrust yang terjadi akibat pergerakan naik lempeng atau thrusting dengan kedalaman relatif dangkal.
“Patut disyukuri gempa Pacitan ini tidak mencapai magnitudo 7,0. Jika mencapai kekuatan tersebut, gempa berpotensi menimbulkan tsunami,” ujar Daryono dalam keterangan tertulis, Jumat (6/2/2026).
Menurutnya, karakteristik gempa megathrust terlihat jelas dari mekanisme sumber gempa yang berupa pergerakan naik lempeng. Jenis gempa ini memang dikenal memiliki potensi tsunami apabila magnitudonya cukup besar.
Meski demikian, BMKG memastikan berdasarkan hasil analisis dan pemodelan yang dilakukan, gempa Pacitan tidak berpotensi tsunami.
“Dari hasil pemodelan, gempa ini tidak memenuhi syarat untuk memicu tsunami,” tegas Daryono.
BMKG tetap mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah terdampak, untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga juga diminta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
BMKG mengingatkan masyarakat agar selalu memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah serta pihak berwenang demi keselamatan bersama.







