DALAM rangka meningkatkan kreativitas remaja sekaligus memberikan pemahaman dasar mengenai literasi keuangan, mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Membangun Ekonomi Kreatif Berkelanjutan melalui Kerajinan Tangan dan Literasi Keuangan.” Kegiatan ini berlangsung di Yayasan Al Kamilah, yang menjadi tempat pembinaan dan kegiatan edukatif bagi anak muda di lingkungan tersebut.
Kegiatan dimulai dengan sambutan langsung dari perwakilan yayasan, yaitu Bapak H. Haryono S.H, M.M, M.H. yang menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan dan kontribusi mahasiswa dalam memberikan pengalaman baru serta wawasan bermanfaat bagi remaja di Yayasan Al Kamilah. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat diperlukan untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas remaja, terutama dalam menghadapi perkembangan zaman yang menuntut kemandirian dan kemampuan berinovasi.
Selanjutnya, Dosen Pembimbing Bapak Eko Sasongko Priyadi, S.Sos, M.A juga memberikan kata sambutan singkat sekaligus menjelaskan tujuan dan manfaat dari PKM yang dilaksanakan. Beliau berharap kegiatan ini mampu membuka wawasan remaja tentang potensi ekonomi kreatif yang berasal dari barang-barang sederhana di sekitar mereka.

Memasuki sesi inti kegiatan, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok, di mana setiap kelompok terdiri dari 6 orang remaja. Pembagian kelompok ini dilakukan agar setiap peserta lebih mudah bekerja sama, bertukar ide, dan saling membantu selama proses pembuatan kerajinan. Adapun bahan utama yang digunakan adalah koran bekas, lem, cat, vernis, serta pola pembentuk vas yang telah disiapkan oleh tim mahasiswa.
Mahasiswa kemudian memberikan contoh langsung dan menjelaskan langkah-langkah pembuatan vas bunga:
- Menggulung koran secara rapi agar membentuk batang panjang.
- Menyusun gulungan-gulungan tersebut mengikuti pola vas yang diinginkan.
- Merekatkan dan mengeringkan bentuk dasar vas.
- Menghias vas bunga tersebut agar menjadi lebih bagus.
Seluruh peserta terlihat sangat antusias. Mereka membagi tugas dalam kelompok, mulai dari menggulung, merakit, hingga mengecat, sehingga suasana menjadi ramai namun penuh kerja sama. Beberapa peserta bahkan mulai berimajinasi, membayangkan bentuk vas yang berbeda dan ide warna yang kreatif. Aktivitas ini tidak hanya melatih ketelitian, tetapi juga membangun kemampuan kolaborasi di antara remaja.
Setelah sesi kerajinan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi literasi keuangan yang disampaikan oleh tim mahasiswa. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh remaja. Beberapa poin penting yang dijelaskan antara lain:
- Pentingnya menabung sejak dini,
- Cara sederhana mengatur pemasukan dan pengeluaran,
- Pentingnya perencanaan keuangan,
- Mengenal konsep dasar keuangan dan bagaimana anggaran publik memengaruhi kehidupan masyarakat.
Melalui materi ini, remaja diharapkan mampu memahami bahwa kreativitas harus dibarengi dengan kemampuan mengelola uang. Jika suatu saat mereka ingin menjual produk kerajinan yang dibuat, pengetahuan literasi keuangan menjadi bekal yang sangat penting.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat. Setiap kelompok menunjukkan hasil karya mereka dengan bangga, bahkan ada yang saling memberikan masukan antar kelompok untuk mempercantik hasil akhir.
Para peserta mengaku senang karena bisa mendapatkan pengalaman baru sekaligus memahami bahwa barang bekas dapat menjadi sesuatu yang bernilai. Selain itu, materi literasi keuangan memberikan mereka perspektif baru terkait pentingnya mengelola uang dengan benar. Perwakilan Yayasan Al Kamilah pun berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara berkelanjutan, agar remaja dapat terus mengembangkan keterampilan dan kreativitasnya.
Kegiatan PKM “Membangun Ekonomi Kreatif Berkelanjutan melalui Kerajinan Tangan dan Literasi Keuangan” di Yayasan Al Kamilah diharapkan dapat menjadi titik awal bagi para remaja untuk mengenal dan memahami dunia ekonomi kreatif. Melalui pemanfaatan bahan sederhana seperti koran bekas, mereka diajak untuk menyadari bahwa setiap benda memiliki potensi nilai apabila diolah dengan ide, ketekunan, dan kreativitas.
Berbekal keterampilan yang diperoleh, semangat kerja sama, serta pemahaman dasar mengenai pengelolaan keuangan, remaja Yayasan Al Kamilah kini memiliki bekal yang lebih kuat untuk mengembangkan diri. Diharapkan, pengalaman ini mampu mendorong mereka menjadi generasi yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya dalam menghadapi tantangan masa depan.
Penulis:
Mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi Universitas Pamulang







