MASA remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Pada fase ini, remaja mengalami berbagai perubahan, baik secara fisik, emosional, maupun cara berpikir. Remaja juga mulai lebih banyak berinteraksi dengan lingkungan di luar keluarga, salah satunya adalah lingkungan sekolah. Oleh karena itu, sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian, sikap, serta cara remaja berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain.
Dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, komunikasi memegang peranan yang sangat penting. Cara siswa berbicara, menyampaikan pendapat, serta menanggapi orang lain dapat memengaruhi hubungan sosial yang terjalin. Komunikasi yang kurang baik, seperti berbicara dengan nada tinggi, menggunakan kata-kata yang tidak sopan, atau tidak mau mendengarkan, sering kali menimbulkan kesalahpahaman. Jika hal ini dibiarkan, masalah kecil dapat berkembang menjadi konflik yang mengganggu kenyamanan dan proses belajar siswa.
Selain komunikasi, dukungan sosial juga sangat dibutuhkan oleh remaja. Dukungan sosial dapat berupa perhatian, empati, rasa peduli, serta sikap saling membantu. Dukungan ini bisa berasal dari teman sebaya, guru, maupun lingkungan sekolah secara umum. Bagi remaja, memiliki orang yang mau mendengarkan cerita dan memahami perasaan mereka sangat membantu dalam menghadapi berbagai tekanan, baik tekanan belajar maupun masalah pribadi.
Namun, pada kenyataannya tidak semua siswa merasa mendapatkan dukungan sosial yang cukup. Masih terdapat siswa yang memilih memendam masalah karena takut dianggap lemah, malu untuk bercerita, atau khawatir tidak dipahami oleh orang lain. Kurangnya dukungan sosial dapat membuat siswa merasa sendirian, cemas, dan kehilangan semangat belajar. Kondisi ini tentu dapat berdampak pada prestasi belajar serta kesejahteraan mental siswa.
Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Komunikasi Sehat dan Dukungan Sosial” dilaksanakan di SMK Negeri 1 Tangerang Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya berkomunikasi dengan baik serta saling memberikan dukungan di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu membangun hubungan sosial yang lebih sehat dan positif.
Dalam kegiatan ini, siswa diberikan penjelasan mengenai makna komunikasi sehat. Komunikasi sehat tidak hanya berarti mampu berbicara dengan baik, tetapi juga mampu mendengarkan, menghargai pendapat orang lain, serta menyampaikan perasaan dengan cara yang sopan. Siswa juga diajak untuk memahami bahwa setiap individu memiliki latar belakang dan perasaan yang berbeda, sehingga diperlukan sikap saling menghormati dalam berinteraksi.
Pelaksanaan kegiatan PKM dilakukan dengan cara yang santai dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan disertai contoh-contoh yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Siswa diajak untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, serta menceritakan permasalahan yang pernah mereka alami terkait komunikasi dan pergaulan. Suasana diskusi yang terbuka membuat siswa lebih berani menyampaikan pendapat dan perasaan mereka.
Selain membahas komunikasi, kegiatan ini juga menekankan pentingnya dukungan sosial. Siswa diajak untuk menyadari bahwa dukungan tidak selalu harus berupa bantuan besar. Hal sederhana seperti mendengarkan teman yang sedang bercerita, memberikan semangat, atau tidak menghakimi sudah termasuk bentuk dukungan yang sangat berarti. Sikap-sikap sederhana tersebut dapat membuat seseorang merasa dihargai dan tidak sendirian.
Respons siswa terhadap kegiatan ini tergolong positif. Banyak siswa mulai menyadari bahwa sikap dan cara berkomunikasi mereka dapat memengaruhi perasaan orang lain. Beberapa siswa mengungkapkan bahwa mereka sering mengalami kesalahpahaman karena kurang berani menyampaikan perasaan secara jujur. Melalui kegiatan ini, siswa didorong untuk lebih terbuka, percaya diri, dan peduli terhadap kondisi teman-teman di sekitarnya.
Lingkungan sekolah yang nyaman tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh kualitas hubungan sosial di dalamnya. Ketika komunikasi berjalan dengan baik dan dukungan sosial hadir secara nyata, siswa akan merasa lebih aman dan nyaman berada di sekolah. Kondisi ini dapat meningkatkan semangat belajar, mengurangi konflik, serta membantu siswa mengelola emosi dengan lebih baik.
Kegiatan PKM ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi siswa dan lingkungan sekolah. Nilai-nilai komunikasi sehat dan dukungan sosial yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Pada akhirnya, sekolah bukan hanya tempat untuk menuntut ilmu dan mengejar nilai, tetapi juga menjadi ruang yang aman bagi remaja untuk tumbuh dan berkembang. Komunikasi yang sehat serta dukungan sosial yang kuat merupakan kunci penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis dan mendukung kesejahteraan remaja.
Penulis:
Kelompok 3
- Muhammad Alfatih Habibi (Jurusan Manajemen)
- Fatimah Zahra (Jurusan Manajemen)
- Sartika Tri Mulia (Jurusan Manajemen)
Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang







