TANGERANG SELATAN – Sebuah aplikasi asal China bernama “Are you dead?” mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial dan mencatat lonjakan unduhan signifikan. Aplikasi yang ditujukan bagi orang-orang yang tinggal sendiri ini kini mendorong pengembangnya untuk menerapkan skema berlangganan sekaligus mengganti nama merek demi ekspansi ke pasar global.
Dalam bahasa Mandarin, aplikasi tersebut dikenal sebagai Sileme, yang secara harfiah berarti “Apakah kamu sudah mati?”. Pengembang menyebutnya sebagai “alat keselamatan ringan” yang dirancang khusus bagi para penghuni tunggal, mulai dari mahasiswa, pekerja kantoran, hingga individu yang memilih menjalani gaya hidup soliter.
Cara kerjanya relatif sederhana. Pengguna diminta menetapkan satu kontak darurat. Jika pengguna tidak melakukan check-in melalui aplikasi selama beberapa hari berturut-turut, sistem akan secara otomatis mengirimkan notifikasi peringatan kepada kontak tersebut.
Popularitas aplikasi ini muncul di tengah meningkatnya jumlah rumah tangga satu orang di China. Menurut laporan harian milik pemerintah, Global Times, negara tersebut diperkirakan memiliki sekitar 200 juta rumah tangga dengan satu anggota, dengan tingkat hidup sendiri yang telah melampaui 30 persen.
Dalam unggahan di akun resmi Weibo pada Selasa, 13 Januari, pihak Sileme mengumumkan rencana peluncuran nama merek global Demumu, yang akan digunakan dalam versi terbaru aplikasi dalam waktu dekat.
Nama Demumu sendiri sudah digunakan dalam daftar aplikasi berbayar di Apple App Store, di mana aplikasi ini sempat menduduki peringkat teratas sebelum turun ke posisi kedua pada awal pekan ini.
“Terima kasih atas dukungan luar biasa dari para warganet. Kami awalnya hanyalah tim kecil yang tidak dikenal, didirikan dan dijalankan secara mandiri oleh tiga orang kelahiran setelah 1995,” tulis pengembang dalam pernyataannya.
Pada Minggu, 11 Januari 2026, perusahaan juga mengumumkan penerapan biaya penggunaan sebesar 8 yuan atau sekitar Rp24 ribu guna menutup biaya operasional yang terus meningkat. Sementara itu, versi Demumu di App Store Apple saat ini dipatok dengan harga unduhan sebesar HK$8.
Meski populer, keputusan mengganti nama aplikasi menuai beragam reaksi. Di media sosial, termasuk Weibo, sejumlah pengguna meminta agar nama Sileme tetap dipertahankan. Sebagian lainnya mengusulkan nama alternatif seperti “Are you alive”, “Are you online”, atau “Are you there”.
“Mungkin sebagian orang yang lebih konservatif sulit menerimanya,” tulis seorang pengguna. Ia menambahkan bahwa aplikasi tersebut memiliki manfaat nyata dari sisi keselamatan. “Ini membuat kami yang belum menikah dan tinggal sendiri merasa lebih tenang menjalani hidup.”







