MAHASISWA Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang (UNPAM) telah sukses melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) sebagai wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan kontribusi edukatif bagi masyarakat melalui penyebarluasan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan dinamika zaman.
Fokus utama program ini adalah membantu siswa memberikan solusi atas tantangan kesenjangan keterampilan non-akademik yang sering menjadi hambatan dalam memasuki dunia kerja modern.
Pelaksanaan kegiatan PKM tersebut berlangsung di SMA Tadika Pertiwi dengan melibatkan 30 siswa sebagai peserta sasaran. Tim pelaksana dari Program Studi Manajemen Universitas Pamulang ini terdiri dari Tria Intan Yulanda, Diva Aurelia Saputra, dan Edis Disma Febriyanti.
Seluruh rangkaian agenda dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pembimbing Fahmi Susanti, S.Km., M.M., yang memastikan setiap materi tersampaikan dengan standar akademis yang baik.

Kegiatan ini mengusung tema strategis mengenai pentingnya upskilling dan reskilling secara berkelanjutan. Hal ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi digital pada Era Society 5.0 yang telah mengubah standar kompetensi di pasar kerja. Tanpa pemahaman yang memadai mengenai cara meningkatkan keterampilan yang sudah ada (upskilling) atau mempelajari keterampilan baru (reskilling), siswa dikhawatirkan memiliki pola pikir statis yang dapat menghambat daya saing mereka di masa depan.
Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan yang sangat interaktif dan edukatif. Tim PKM tidak hanya memaparkan materi melalui seminar, tetapi juga melibatkan siswa dalam workshop praktis, diskusi kelompok terfokus (focus group discussion), serta simulasi peran (role play). Materi inti yang dibahas mencakup identifikasi celah keterampilan (skills gap analysis), strategi adaptasi terhadap tren industri masa depan, hingga penyusunan peta jalan (roadmap) pengembangan diri yang konkret.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan keberhasilan yang sangat signifikan. Berdasarkan evaluasi kuantitatif, tercatat bahwa 92% peserta atau sebanyak 28 dari 30 siswa berhasil mencapai standar pemahaman materi yang sangat baik. Hal ini diperkuat dengan nilai rata-rata tes pasca-kegiatan (post-test) yang mencapai skor 87, meningkat drastis dibandingkan sebelum intervensi dilakukan. Selain dari sisi akademis, tingkat kepuasan peserta juga sangat tinggi, yakni 4,5 dari skala 5, yang menandakan bahwa metode workshop yang diterapkan sangat efektif dan relevan dengan kebutuhan mereka.
Edukasi ini diharapkan dapat menjadi modal penting bagi siswa SMA Tadika Pertiwi dalam menumbuhkan karakter disiplin dan motivasi untuk terus belajar sepanjang hayat (lifelong learning). Dengan penguasaan strategi upskilling dan reskilling, para siswa diharapkan mampu menghadapi tantangan disrupsi teknologi dengan lebih percaya diri dan memiliki kesiapan karier yang lebih matang.
Demikian artikel ini disusun untuk memberikan informasi serta inspirasi bagi pembaca, khususnya civitas akademika SMA Tadika Pertiwi. Semoga melalui program ini, kesadaran akan pentingnya pengembangan keterampilan secara kontinu dapat terus terjaga demi penunjang kesuksesan generasi muda di masa depan.
Penulis:
Tria Intan Yulanda
Diva Aurelia Saputra
Edis Disma Febriyanti.
Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pamulang







