MAHASISWA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang (UNPAM) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai bentuk implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini merupakan wujud kontribusi civitas akademika dalam menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan keterampilan praktis yang relevan dengan tantangan zaman, guna memberikan dampak positif bagi lingkungan sosial di sekitar institusi pendidikan. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu menjembatani teori yang dipelajari di bangku perkuliahan dengan realita kebutuhan masyarakat saat ini.
Fokus utama PKM kali ini menyasar generasi muda, khususnya siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang sedang berada dalam fase transisi menuju kedewasaan dan dunia kerja. Remaja pada usia ini dianggap sangat rentan terhadap berbagai pengaruh eksternal dalam pengelolaan keuangan, sehingga pemberian bekal soft skills mengenai kesadaran finansial menjadi sangat krusial.

Edukasi ini bertujuan agar para siswa memiliki fondasi yang kuat dalam mengambil keputusan keuangan yang bijak sebelum mereka terjun sepenuhnya ke masyarakat sebagai tenaga kerja yang mandiri. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan pada hari Rabu, 12 November 2025, bertempat di SMK Negeri 41 Jakarta yang berlokasi strategis di Cilandak, Jakarta Selatan, dengan durasi waktu mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
Tema yang diangkat secara spesifik Adalah “Edukasi Literasi Keuangan dan Pengembangan Wirausaha Digital sebagai Upaya Pencegahan Dampak Negatif Iklan Judi Online terhadap Aspek Sosial-Ekonomi Remaja di Era Digital”. Pemilihan tema ini didasarkan pada maraknya fenomena gaya hidup konsumtif dan berbagai risiko digital yang mengancam stabilitas ekonomi personal di kalangan usia muda pada era saat ini.
Dalam sesi pelatihan, para peserta mendapatkan pemaparan materi yang komprehensif mengenai manajemen keuangan pribadi, mulai dari teknik menyusun skala prioritas antara kebutuhan dan keinginan, hingga cara mengelola anggaran harian yang efektif.
Selain aspek teknis, siswa juga dibekali pemahaman mendalam untuk mengenali berbagai bentuk “jebakan” keuangan, seperti modus penipuan daring, bahaya pinjaman online ilegal, hingga investasi bodong yang seringkali dikemas dengan iming-iming keuntungan instan di media sosial. Materi ini dirancang agar siswa tidak hanya cerdas mengelola uang, tetapi juga waspada terhadap ancaman finansial di era teknologi tinggi.
Selain penyampaian teori, kegiatan ini turut menghadirkan sesi diskusi interaktif dan simulasi pengambilan keputusan finansial untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata dan dinamis. Melalui metode ini, para peserta dapat melakukan evaluasi terhadap pola pikir mereka dalam mengelola uang dan menerima umpan balik langsung mengenai bagaimana cara membangun masa depan finansial yang lebih stabil.
Pendekatan partisipatif ini terbukti sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa karena mereka dilibatkan secara aktif dalam menganalisis kasus-kasus keuangan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Respon yang diberikan oleh pihak sekolah sangat luar biasa, di mana para siswa dan guru di SMK Negeri 41 Jakarta menyambut kegiatan ini dengan penuh antusiasme. Pihak sekolah merasa sangat terbantu karena materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan dinamika kehidupan modern yang terus berubah.
Para guru mengapresiasi kehadiran mahasiswa UNPAM yang mampu membawa wawasan baru mengenai pentingnya literasi keuangan sebagai salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh setiap lulusan agar siap menghadapi persaingan global yang kompetitif.
Para siswa terlihat antusias ketika diberikan contoh nyata mengenai dampak positif dan negatif dari penggunaan media sosial. Mereka menyadari bahwa media sosial dapat membantu membangun kreativitas, membuka peluang usaha, hingga meningkatkan minat belajar melalui konten edukatif.
Namun, di sisi lain, media sosial juga bisa mengganggu kesehatan mental, memicu rasa cemas, dan membuat seseorang mudah membandingkan diri dengan orang lain. Pemahaman ini penting agar siswa mampu menggunakan media sosial dengan lebih bijak dan terarah.
Selain diskusi, siswa juga diberikan simulasi mengenai cara memverifikasi berita untuk menghindari hoaks yang sering beredar di media sosial. Dengan simulasi ini, siswa belajar melakukan pengecekan sumber informasi, membandingkan dengan berita lain, serta mengenali ciri-ciri konten palsu. Metode ini efektif karena melibatkan siswa secara langsung sehingga mereka dapat memahami perbedaan antara informasi valid dan informasi yang sengaja dibuat untuk menyesatkan.
Kegiatan ini juga menekankan pentingnya manajemen waktu dalam penggunaan media sosial. Banyak siswa yang menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk scrolling tanpa tujuan, sehingga mengganggu rutinitas belajar mereka. Para pemateri memberikan tips seperti menetapkan batas waktu penggunaan, mematikan notifikasi yang tidak penting, hingga menentukan prioritas harian agar media sosial tidak mengurangi produktivitas.
Dengan pengaturan yang baik, siswa dapat tetap memanfaatkan media sosial tanpa mengorbankan kegiatan utama mereka.
Para siswa juga diajak untuk menyadari bagaimana interaksi di media sosial dapat memengaruhi kesehatan emosional. Komentar negatif, perbandingan sosial, dan tekanan untuk tampil sempurna sering membuat remaja merasa kurang percaya diri. Melalui diskusi terbuka, siswa belajar bahwa tidak semua yang terlihat di media sosial mencerminkan kenyataan. Mereka juga diingatkan untuk membangun hubungan yang sehat, baik secara online maupun offline, dan tidak mudah terpengaruh oleh standar yang tidak realistis.
Selain itu, edukasi ini mengajarkan pentingnya menjaga jejak digital. Banyak pelajar belum menyadari bahwa apa yang mereka unggah hari ini dapat berdampak pada masa depan, termasuk peluang kerja dan reputasi diri. Siswa diberikan pemahaman mengenai etika berbagi konten, keamanan data pribadi, serta risiko menyebarkan informasi sensitif. Dengan cara ini, mereka menjadi lebih berhati-hati sebelum mengunggah sesuatu ke internet.
Kegiatan yang dilakukan di SMKN 41 Jakarta menunjukkan bahwa kesadaran digital sangat diperlukan dalam menghadapi era teknologi yang semakin canggih. Para siswa diberikan ruang untuk bertanya, berdiskusi, serta berbagi pengalaman mereka terkait penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, siswa dapat memahami bahwa media sosial seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana untuk pengembangan diri, peningkatan kreativitas, dan perluasan wawasan, bukan sebagai sumber masalah maupun gangguan.
Secara keseluruhan, edukasi mengenai pengaruh media sosial di era digital memberikan dampak positif bagi siswa SMKN 41 Jakarta. Siswa menjadi lebih menyadari risiko dan manfaat media sosial, lebih mampu mengelola serta mengontrol waktu penggunaannya, dan memahami pentingnya etika serta literasi digital. Diharapkan kegiatan edukasi seperti ini dapat terus dilaksanakan agar generasi muda mampu menjadi pengguna media sosial yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam setiap aktivitas digital yang mereka lakukan.
Penulis:
Syalsa Bilah Jahra
Prathama Khairan Putera
Apriliyani Sapitri
Salma Legita Sari
Sidan Ardana Putra
Azril Arifin Ilham
Amanda Octoviani Miriauw
Adrian Pradigta Alfianto
Catur Azi Saputra
Zahra Bintang Pratiwi
Nadio Imam fadhilah
Sheila Rachmadina
Siti Ainaya Novi Amalia
Dwi Rizki Alfarizi
Rafino Al Rasikh
Mahasiswa Manajemen S1 UNIVERSITAS PAMULANG







