TANGERANG– Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dan Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) menggelar Festival FISIP pada Senin (05/01/2025) di Plaza UMT. Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi kreatif sekaligus penguatan literasi visual bagi mahasiswa semester 3, 5, dan 7.
Festival FISIP menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari pameran fotografi, talk show, hingga pemutaran film pendek. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis praktik, sekaligus mendorong mahasiswa untuk lebih peka terhadap isu sosial melalui karya visual dan media kreatif.
Dosen pengampu mata kuliah Fotografi FISIP UMT, Korry El Yana, menegaskan bahwa fotografi memiliki peran strategis sebagai media komunikasi sosial.
“Fotografi bukan hanya melukis dengan cahaya, tetapi juga dapat menjadi wadah untuk menyampaikan kritik sosial, termasuk kepada pemerintah,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UMT, Mirza Shahreza, menyampaikan bahwa fotografi mampu merekam realitas yang kerap luput dari perhatian.
“Ketika sebuah momen direkam dan dipublikasikan kepada masyarakat, fotografi dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan kondisi sosial yang mungkin belum diketahui oleh pemerintah,” jelasnya.
Salah satu agenda utama pada hari pertama Festival FISIP adalah workshop fotografi bersama pemateri dari Pewarta Foto Indonesia (PFI), Faisal R. Syam. Dalam paparannya, Faisal menekankan pentingnya empati dan rasa ingin tahu dalam fotografi human interest.
“Foto human interest adalah tentang aktivitas keseharian dan emosi subjek. Bukan sekadar memotret orang, tetapi juga memahami siapa orang tersebut,” ungkapnya.
Faisal juga mendorong mahasiswa untuk memperdalam aspek teknis fotografi dengan menguasai fitur kamera serta elemen dasar fotografi. Menurutnya, komposisi, sudut pengambilan gambar, dan momen merupakan tiga aspek utama yang harus diperhatikan fotografer. Selain itu, pemahaman tentang warna, kecepatan rana, angle, serta ketepatan waktu menjadi kunci dalam menghasilkan foto yang bermakna.

Ketua Pelaksana Festival FISIP, Rizqi Muhammad Luthfi, menjelaskan bahwa kegiatan festival berlangsung selama tiga hari.
“Pada hari pertama dilaksanakan opening ceremony pameran, workshop dan talk show fotografi, serta pameran karya. Hari kedua menjadi puncak acara dengan penayangan film pendek hasil kolaborasi mahasiswa semester 7. Festival ditutup pada hari ketiga,” jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat dari respons positif mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut. Tiara, salah satu peserta Festival FISIP, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman baru.
“Kami belajar banyak, mulai dari teknik kamera, cara pengambilan foto, hingga memahami fotografi secara lebih mendalam. Kegiatannya seru dan sangat membantu kami mengembangkan kreativitas,” tuturnya.
Melalui Festival FISIP, FISIP UMT berharap mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam bidang fotografi dan media kreatif, tetapi juga kepekaan sosial, daya kritis, serta kemampuan komunikasi visual yang kuat sebagai bekal di dunia profesional.







