TANGERANG SELATAN – Di era yang serba terhubung seperti sekarang, banyak orang memulai hari dengan menggulir ponsel dan menutup malam dengan tetap menatap layar. Meski tampak sepele, kebiasaan ini dapat perlahan merusak produktivitas, kesehatan mental, hingga kualitas tidur.
Dr. Priyanka Sehrawat, ahli neurologi sekaligus dokter umum di AIIMS Delhi, melalui unggahan Instagram pada 2 Desember 2025, memaparkan penjelasan ilmiah di balik kebiasaan ini dan memberikan tips sederhana untuk menghentikannya.
“Begitu Anda bangun dan langsung melihat layar, otak menerima banjir informasi acak. Ini mengacaukan perencanaan harian, menurunkan efisiensi, dan mengganggu fokus pada tugas yang seharusnya dilakukan,” ujarnya, dikutip dari Hindustan Times. Ia menjelaskan bahwa efeknya tidak berhenti di pagi hari saja.
“Menjelang malam, kecemasan muncul. Kepala terasa berat. Tidur terganggu. Tapi tetap saja, kita kembali menatap layar dan menyebutnya hiburan,” tambahnya. “Namun hiburan ini punya harga, yaitu kesehatan Anda.”
Menurutnya, siklus ini dapat diputus dengan langkah sederhana: mengurangi paparan layar pada pagi dan malam hari.
Dr. Sehrawat menyarankan untuk memulai pagi tanpa gawai, memanfaatkan cahaya matahari serta melakukan aktivitas fisik ringan untuk membantu menyetel ritme harian.
Sementara itu, membatasi penggunaan ponsel atau layar sebelum tidur terbukti dapat meningkatkan kualitas tidur sekaligus menurunkan tingkat stres.







