TANGERANG SELATAN – Perkembangan teknologi kecantikan terus menghadirkan berbagai metode perawatan kulit yang semakin modern. Namun di tengah maraknya prosedur instan, metode tradisional seperti Akupunktur kosmetik justru kembali diminati sebagai pilihan perawatan alami untuk menjaga tampilan kulit tetap segar dan awet muda.
Menurut dr. Kiran Sethi, tren ini menunjukkan adanya perubahan preferensi pasien yang kini lebih tertarik pada metode yang berfokus pada regenerasi kulit dibanding prosedur instan yang dapat mengubah struktur wajah.
“Pasien beralih dari prosedur instan yang megubah struktur wajah ke metode meregenerasi kulit, meskipun prosesnya lebih lama,” kata Kiran Sethi.
Secara prinsip, akupunktur kosmetik memiliki konsep yang hampir sama dengan akupunktur tradisional. Perbedaannya terletak pada titik penusukan jarum dan tujuan terapinya, yang lebih difokuskan untuk menunjang kesehatan serta penampilan kulit wajah.
Berbeda dari prosedur filler, teknik ini tidak memasukkan cairan apa pun ke dalam kulit. Sebaliknya, akupunktur wajah bekerja melalui stimulasi mikro terkontrol yang dapat membantu melancarkan sirkulasi darah, merangsang produksi kolagen, serta meningkatkan vitalitas kulit secara alami tanpa mengubah bentuk wajah.
Karena manfaat tersebut, banyak yang menyebut akupunktur wajah sebagai alternatif alami pengganti filler atau Botox. Namun, para ahli mengingatkan bahwa efek yang dihasilkan tetap berbeda.
Spesialis bedah plastik Dragana Spica menegaskan akupunktur kosmetik tidak dapat memberikan efek penambahan volume seperti filler dermal berbahan asam hialuronat.
“Sesi akupunktur kosmetik yang dilakukan secara berulang dapat membantu memperbaiki sirkulasi dan mendukung pembentukan kolagen secara bertahap. Efeknya berbeda jauh dengan suntikan langsung menambah volume,” jelasnya.
Meski tidak bisa menggantikan filler sepenuhnya, akupunktur wajah tetap menjadi pilihan menarik bagi mereka yang menginginkan perawatan regeneratif tanpa suntikan. Metode ini juga dinilai dapat meminimalkan risiko seperti penyumbatan limfatik atau hasil wajah yang terlihat kurang natural.
Pada akhirnya, akupunktur kosmetik lebih tepat dipandang sebagai pelengkap perawatan kulit, bukan pengganti prosedur medis. Fokus utamanya adalah memperbaiki kualitas dan kesehatan kulit, bukan mengubah struktur wajah secara drastis.






