TANGERANG SELATAN – Banyak orang tidak menyadari bahwa metabolisme tubuh yang melambat dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Ketika proses pembakaran energi menurun, berat badan lebih mudah naik dan sulit dikendalikan. Rasa lelah pun muncul lebih cepat karena tubuh tidak mampu menghasilkan energi secara efisien.
Ketidakseimbangan metabolisme juga dapat mengacaukan kestabilan gula darah. Akibatnya, seseorang menjadi lebih cepat lapar, sering menginginkan makanan manis, hingga mengalami penurunan energi secara tiba-tiba.
Di sisi lain, kesehatan pencernaan ikut terdampak, mulai dari perut kembung hingga sembelit karena sistem cerna tidak bekerja optimal. Suasana hati pun cenderung mudah berubah akibat ketidakseimbangan hormon, membuat seseorang lebih rentan cemas dan sulit fokus. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Menurut Dr. Luigi Gratton, Vice President Office of Health and Wellness dan Chair Herbalife Nutrition Advisory Board, salah satu hal utama yang perlu dibenahi dalam masalah metabolisme adalah gaya hidup sehari-hari.
“Metabolisme tidak lancar biasanya dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat. Langkah sederhana seperti memperbaiki pola makan, menambah aktivitas fisik, serta memastikan kualitas tidur yang baik dapat menjadi titik awal yang efektif,” jelasnya.
Kabar baiknya, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten, mulai dari nutrisi, gerakan, hingga istirahat, dapat memberikan dampak besar bagi perbaikan metabolisme.
“Dengan menyediakan bahan bakar berkualitas berupa makanan padat nutrisi, bergerak secara teratur, serta memprioritaskan tidur yang berkualitas, Anda dapat memulihkan fleksibilitas metabolisme alami tubuh dan mendukung kesehatan jangka panjang,” tambah Dr. Luigi.
Cara Mengatasi Metabolisme yang Tidak Lancar
1. Penuhi Asupan Nutrisi yang Tepat
Nutrisi memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas metabolisme. Pola makan yang seimbang membantu mengatur gula darah, fungsi hormon, metabolisme lemak, hingga kesehatan pencernaan.
-
Pilih protein tanpa lemak untuk membantu membangun massa otot yang dapat meningkatkan metabolisme saat istirahat.
-
Konsumsi serat dari buah, sayur, dan biji-bijian untuk menjaga kesehatan usus serta memberikan rasa kenyang lebih lama.
-
Sertakan senyawa botani seperti polifenol pada jeruk atau capsicum pada cabai yang turut mendukung fungsi metabolisme.
Pola makan seimbang tidak harus ketat—yang terpenting adalah konsistensi dalam memilih makanan bernutrisi.
2. Tetap Bergerak Aktif
Aktivitas fisik merupakan pemicu penting bagi metabolisme yang sehat. Dengan bergerak secara teratur, sensitivitas tubuh terhadap insulin meningkat, energi lebih stabil, dan massa otot lebih terjaga.
Tidak harus berolahraga berat. Berjalan cepat, melakukan peregangan, atau aktivitas sederhana lainnya yang dilakukan setiap hari sudah memberi dampak positif. Semakin aktif sejak dini, semakin baik kemampuan tubuh menjaga metabolisme optimal di masa depan.
3. Perbaiki Kualitas Tidur
Tidur berkualitas adalah kunci yang sering diabaikan dalam menjaga metabolisme. Saat malam hari, tubuh memperbaiki sistem metabolik, menyeimbangkan hormon, serta mengatur rasa lapar dan kenyang.
Tidur yang cukup membantu menstabilkan insulin, menurunkan kadar kortisol, dan menjaga keseimbangan hormon ghrelin serta leptin. Kebiasaan sederhana seperti membatasi penggunaan gawai sebelum tidur, memiliki jam tidur tetap, dan menciptakan rutinitas malam yang menenangkan dapat meningkatkan kualitas tidur secara signifikan.







