KEGIATAN pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pembinaan serta edukasi kepada anak-anak Yayasan Al-Kamilah mengenai pentingnya mengatur uang saku secara bijaksana. Kemampuan mengelola uang merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki dalam kehidupan sehari-hari, termasuk oleh anak-anak dan remaja.
Uang saku yang diterima harian atau mingguan seharusnya tidak dihabiskan begitu saja, tetapi direncanakan penggunaannya agar dapat memenuhi kebutuhan utama. Namun, banyak anak-anak yang belum memahami cara mengatur uang dengan baik sehingga uang sering habis tanpa disadari.
Dalam kegiatan ini, anak-anak diajak memahami bahwa uang saku adalah titipan yang harus digunakan dengan penuh rasa tanggung jawab. Biasanya uang tersebut dipakai untuk kebutuhan harian seperti makanan, alat tulis, atau keperluan sekolah lainnya. Karena minimnya pengetahuan tentang pengelolaan keuangan, tidak sedikit dari mereka yang menghabiskannya untuk hal-hal yang sifatnya sesaat, seperti jajan berlebihan atau membeli barang yang tidak terlalu penting.
Melalui edukasi ini, anak-anak dibimbing untuk menyadari bahwa keputusan kecil dalam menggunakan uang dapat berdampak pada kehidupan mereka ke depan.
Salah satu materi utama adalah aturan 3J, yaitu:
- Jajan secukupnya, artinya kita boleh menikmati uang saku tetapi tidak berlebihan.
- Jangan lupa menabung, karena menabung membuat kita punya cadangan ketika membutuhkan sesuatu yang lebih penting.
- Jangan boros, yaitu belajar menahan diri dari membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan.
Aturan ini menjadi pedoman sederhana namun efektif untuk menekan pengeluaran yang tidak perlu. Dengan membiasakan diri menerapkan 3J, anak-anak mulai belajar menentukan prioritas. Mereka diajarkan membedakan antara kebutuhan yang harus dipenuhi dan keinginan yang hanya memberikan kesenangan sementara. Misalnya, membeli seragam sekolah sebagai kebutuhan penting lebih utama daripada membeli boneka, aksesori, atau camilan yang hanya memberikan kepuasan sesaat.
Selain itu, kegiatan ini juga menekankan disiplin dan komitmen dalam pengelolaan uang. Anak- Yayasan Al-Kamilah tidak hanya menerima teori, tetapi juga diberikan contoh nyata agar lebih mudah memahami.
Diskusi dan sesi tanya jawab dilakukan untuk menggali pengalaman mereka sehari-hari dalam menggunakan uang saku. Tujuannya agar mereka dapat menilai dan memperbaiki kebiasaan finansial mereka. Manfaat menabung juga dijelaskan, seperti memiliki dana cadangan untuk kebutuhan mendesak, membeli barang yang lebih bermanfaat, serta membentuk sikap bertanggung jawab.
Anak-anak juga diberi pemahaman tentang pentingnya menghargai pemberian. Mereka diingatkan bahwa uang yang mereka terima berasal dari pihak yang peduli serta bertanggung jawab terhadap mereka, sehingga harus digunakan dengan rasa syukur dan tidak disia-siakan. Nilai moral dan spiritual turut disisipkan agar mereka memahami bahwa mengelola uang tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter yang baik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak Yayasan Al-Kamilah dapat membangun pola pikir yang lebih dewasa dalam memanfaatkan uang saku. Keterampilan sederhana seperti mencatat pengeluaran, menentukan prioritas, menabung secara teratur, dan menghindari pemborosan menjadi bekal penting bagi masa depan mereka. Dengan membentuk kebiasaan positif sejak dini, mereka tidak hanya mempelajari cara mengatur uang, tetapi juga memupuk kemandirian, sikap hemat, dan tanggung jawab.
Pada akhirnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting yang bermanfaat bagi masa depan mereka. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang pengelolaan uang, anak-anak diharapkan dapat membuat keputusan finansial yang lebih bijak dan menyadari bahwa setiap rupiah harus digunakan dengan pertimbangan yang matang.
Penulis:
Hotma Maringan Dame Manalu
Aissyah Maulida
Alifia Awanda Putri
Almeda Meiyanti Saputri
Mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Pamulang







