JAKARTA – Tokoh publik, Miss Earth 2019 sekaligus aktivis hewan, Lirabica melayangkan kecaman keras atas dugaan pembantaian anjing secara sadis di Kecamatan Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Lirabica menilai tindakan tersebut sebagai perbuatan yang sangat kejam dan tidak berempati, serta siap memberikan solusi komprehensif untuk pengendalian populasi anjing di wilayah itu.
Kecaman ini muncul menyusul laporan dari masyarakat dan aktivis hewan terkait insiden yang diduga merupakan respons atas kasus gigitan rabies di Manggarai.
“Atas tindakan jahat tersebut, saya sudah berkoordinasi dengan Bapak Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena beserta aparat setempat untuk menindaklanjuti para pelaku kejahatan yang sudah membantai makhluk Tuhan,” ujar Lirabica, Jumat (7/11/2025).
Lirabica menyampaikan apresiasi kepada Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang bersikap tegas dalam menyikapi kasus kekejaman terhadap hewan ini.
“Terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, BarakAllah God Bless,” ucapnya, menekankan pentingnya penegakan hukum.
Sebagai pecinta dan aktivis hewan, Lirabica menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam dan siap bekerja sama dengan organisasi-organisasi hewan di Indonesia untuk menawarkan solusi pengendalian populasi anjing tak bertuan secara komprehensif, termasuk pengobatan.
“Saya Lirabica bersama tim dan seluruh pencinta Hewan di Indonesia tidak akan tinggal diam jika ada kedzaliman terhadap makhluk Allah. Indonesia adalah negara yang bermartabat dan berempati,” tegasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa kepedulian terhadap kesejahteraan hewan adalah cerminan kemuliaan suatu bangsa.
Seperti diberitakan, Pemerintah Kabupaten Manggarai, NTT, melakukan perburuan anjing yang tak bertuan di sekitar Kota Ruteng, Kecamatan Langke Rembong. Tindakan ini merupakan respons terhadap peningkatan kasus rabies di wilayah tersebut.
Dalam beberapa foto dan video yang beredar luas di media sosial, tampak petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menyisir beberapa lokasi di ibukota kabupaten itu pada 9 Oktober. Mereka terlihat menenteng sebatang kayu untuk memburu anjing tak bertuan. (*)







