TANGERANG KOTA – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang akan menggelar agenda budaya akbar bertajuk Festival Pintu Air 2025 pada 6–8 November 2025 di Taman Eco Park, Kota Tangerang.
Festival ini tak hanya menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga menjadi wadah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk memperluas promosi serta memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas.
Mengusung konsep perpaduan antara kebudayaan dan ekonomi kreatif, Festival Pintu Air 2025 menghadirkan beragam kegiatan menarik. Pengunjung dapat menikmati pertunjukan seni tradisional dan modern sekaligus berbelanja aneka produk khas Tangerang, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga produk kreatif lainnya.
Kepala Disbudpar Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, mengatakan bahwa festival ini merupakan wujud nyata pembinaan kebudayaan sekaligus bentuk dukungan pemerintah terhadap pelaku ekonomi lokal.
“Kami ingin festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi pelaku UMKM. Masyarakat bisa menikmati seni dan budaya, sementara pelaku usaha mendapatkan ruang promosi yang luas,” ujar Boyke, Jumat (31/10/2025).
Festival Pintu Air 2025 juga akan diramaikan berbagai lomba seni seperti vokal grup, modern dance, marawis, dan silat, dengan total hadiah mencapai Rp75 juta. Menariknya, seluruh perlombaan tersebut dapat diikuti secara gratis, sehingga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi.
Boyke menjelaskan, nama Pintu Air diambil dari filosofi Bendungan Pintu Air Sepuluh, ikon Kota Tangerang yang berfungsi sebagai pengatur utama aliran air Sungai Cisadane.
“Sungai Cisadane adalah urat nadi kehidupan kita. Begitu pula dengan kebudayaan. Festival Pintu Air ini kami ibaratkan sebagai pengatur agar semangat budaya dan ekonomi kreatif terus mengalir deras ke masyarakat,” katanya.
Ke depan, Disbudpar Kota Tangerang berencana mengembangkan Festival Pintu Air agar bisa digelar secara berjenjang di berbagai wilayah. Dengan begitu, manfaatnya tidak hanya terpusat di satu lokasi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang merata bagi UMKM di seluruh kecamatan.
Selain perlombaan seni, festival ini juga akan menampilkan pertunjukan musik dan tari dari seniman lokal, serta menghadirkan area kuliner dan bazar produk unggulan Tangerang. Acara ini diharapkan menjadi magnet wisata baru sekaligus sarana bagi masyarakat untuk semakin mencintai budaya dan produk daerah sendiri.







