SIDOARJO – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap kendala dalam proses evakuasi korban runtuhnya bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan mengatakan ada salah satu beton yang terhubung dengan gedung atau bangunan di sebelahnya.
“Beton ada yang menempel di sebelah kiri dan terhubung dengan gedung atau bangunan lain di sebelahnya,” ujar Mayjen TNI Budi Irawan dalam keterangan pers yang diterbitkan BNPB, Minggu (5/10/2025).
Sebagai solusi, BNPB telah meminta tim ahli dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) untuk melakukan investigasi forensik struktur bangunan secara menyeluruh sehingga dapat memberikan rekomendasi sesuai keilmuan kepada tim pembersihan dan evakuasi.
“Tim dari ITS akan melakukan investigasi dan memberikan petunjuk kepada tim agar proses pembersihan ini tidak mengganggu atau merusak bangunan lain,” tuturnya.
Budi menambahkan, sejauh ini proses pembersihan puing reruntuhan sudah lebih dari 60 persen. Tim SAR gabungan hingga kini masih terus melakukan pencarian korban.
“BNPB, Basarnas, Dinas Kesehatan, TNI, Polri dan semua pihak yang terlibat memohon dukungan dan doa agar semua pelaksanaan dan perjuangan kemanusiaan ini dapat segera dituntaskan dengan semaksimal mungkin,” tukasnya.







