TANGERANG SELATAN – Banyak orang yang tanpa sadar terburu-buru dan memilih makan cepat setiap harinya. Namun, tahukah Anda bahwa cara mengunyah dan durasi makan ternyata bisa berpengaruh besar pada kesehatan tubuh secara keseluruhan?
Dilansir dari laman Times of India, studi mengatakan agar makanan dikunyah sebanyak 32 kali sebelum ditelan. Tujuannya bukan hanya untuk memperkuat gigi, tapi agar enzim pencernaan bisa bekerja secara optimal, sehingga tubuh menyerap nutrisi dengan lebih baik.
Meski terdengar klise, ternyata penelitian modern membuktikan makan dengan lambat dan penuh perhatian membawa manfaat nyata bagi tubuh.
Sebuah penelitian mengatakan, makan dengan cepat bisa membuat Anda mengonsumsi lebih banyak kalori, karena tubuh belum sempat merasakan kenyang. Akibatnya, meski porsi makan cukup besar, kita tetap merasa kurang puas.
Banyak orang yang mengalami kelebihan berat badan mengaku tidak merasa kenyang meskipun sudah makan, dan ini seringkali berkaitan dengan kebiasaan makan terlalu cepat.
Sebuah studi menunjukkan kecepatan makan bisa memengaruhi kadar gula darah dan meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan seperti obesitas dan diabetes tipe 2.
Memang ada banyak faktor lain yang ikut berperan, seperti berat badan, genetik, usia, kebiasaan olahraga, merokok, dan pola makan, namun kecepatan makan juga tidak bisa diabaikan.
Para ahli menyimpulkan semakin cepat Anda makan, semakin cepat pula gula darah meningkat. Orang yang makan cepat cenderung mengalami lonjakan gula darah yang tajam dan memiliki kecenderungan untuk makan berlebihan. Jika ini terjadi terus-menerus, risiko obesitas dan diabetes tipe 2 pun meningkat.
Ahli gizi juga menyebutkan ketika kita terlalu lama menunda makan, maka kadar gula darah bisa turun drastis. Ini membuat kita jadi sangat lapar, dan akhirnya makan terlalu cepat. Hasilnya, kadar gula darah melonjak tajam.
Meski demikian, penting untuk dicatat bahwa belum ada bukti pasti yang menunjukkan makan cepat berkorelasi langsung dengan penyebab diabetes.
Sebaliknya, makan secara perlahan memiliki banyak manfaat. Mulai dari mencegah makan berlebihan, memperbaiki pencernaan, mencegah kenaikan berat badan, hingga mengurangi masalah pencernaan seperti kembung dan sakit perut.
Selain itu, makan perlahan juga membuat pengalaman makan menjadi lebih menyenangkan. Anda bisa lebih menikmati rasa dan tekstur makanan, dan ini dapat memperbaiki hubungan dengan makanan.
Tips Agar Bisa Makan Lebih Perlahan
Jika Anda ingin mulai makan dengan lebih lambat, berikut beberapa tips sederhana yang bisa dicoba. Selain menurunkan risiko kesehatan, cara-cara ini juga bisa membuat waktu makan lebih santai dan menyenangkan.
- Ubah suasana makan
Makan sambil nonton TV atau bermain ponsel bisa jadi membuat Anda tak sadar sudah makan banyak. Coba pindahkan kebiasaan makan dari ruang TV ke meja makan. Fokus pada makanan bisa membuat Anda lebih terhubung dengan apa yang dikonsumsi.
- Hitung berapa kali Anda mengunyah
Mungkin awalnya terasa aneh atau sulit untuk dihitung, tapi membiasakan diri mengunyah 24–32 kali sebelum menelan bisa membuat proses makan jadi lebih lambat secara alami.
- Minum air diantara suapan
Minum air putih atau makan salad di sela-sela makanan utama juga bisa membantu memperlambat tempo makan, sekaligus menjaga tubuh tetap terhidrasi.
- Makan bersama teman yang makannya lambat
Kalau makan bareng teman atau pasangan yang makannya pelan, coba ikuti ritme mereka. Ini cara yang sederhana tapi cukup efektif untuk melatih diri makan lebih santai.







