JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan untuk menindak tegas para pelaku pengoplosan beras. Selain itu, Kepala Negara juga meminta Bulog mengucurkan 1,3 juta ton beras.
Perintah presiden ini disampaikan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi. Dia menyebut Prabowo meminta aparat penegak hukum untuk menjalankan tugasnya secara adil dan konsisten.
“Arahan pertama presiden adalah pelanggaran-pelanggaran hukum terkait pengoplosan beras tetap harus diproses. Beliau minta penegak hukum menegakkan hukum yang adil,” ungkap Hasan Nasbi dalam keterangannya dikutip pada Jumat (8/8/2025).
Hasan juga menjelaskan, Presiden Prabowo juga menyoroti tingginya harga beras di pasar dalam beberapa waktu terakhir. Melalui arahan presiden, pemerintah mengambil langkah konkret untuk menstabilkan pasokan dan harga beras nasional.
“Presiden sudah memerintahkan Bulog untuk mengucurkan 1,3 juta ton beras ke pasar dalam program stabilisasi pasokan dan harga pangan,” ujarnya.
Hasan menambahkan, distribusi beras ini akan dilakukan secara bertahap mulai Agustus hingga Desember 2025. Hal ini dilakukan pemerintah untuk menjaga ketersediaan stok dan menurunkan harga di tingkat konsumen.







