• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Digitalisasi Tanpa Evaluasi: Risiko Nyata di Era Modern

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Juni 28, 2025
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 3min read
Digitalisasi Tanpa Evaluasi: Risiko Nyata di Era Modern
377
SHARES
3.9k
VIEWS

Pada era serba digital ini, sektor perbankan seolah menjadi ujung tombak transformasi teknologi. Layanan perbankan berbasis digital, mulai dari aplikasi mobile hingga transaksi daring, menawarkan kemudahan dan efisiensi yang tak terelakkan. Namun, kasus gangguan sistem yang terjadi pada Bank DKI baru-baru ini memberikan pelajaran berharga: digitalisasi tanpa evaluasi yang memadai berisiko menimbulkan kerugian besar, baik bagi bank maupun nasabah.  

Tulisan ini disusun sebagai bagian dari mata kuliah Pengukuran Kinerja, dengan mengangkat isu seputar Bank DKI sebagai topik pembahasan, di mana artikel ini merupakan hasil kolaborasi antara Intan Nuraini, Mayang Putri Dania, Reni Aprilia, Tasya Fazariyah, dan Yunita Putri Wardani.

Sejak 30 Maret 2025, menjelang Hari Raya Idulfitri, banyak pengguna platform X (dulu Twitter) mengeluhkan gangguan pada layanan digital Bank DKI, khususnya aplikasi JakOne Mobile. Mereka mengatakan tidak bisa melakukan transfer ke bank lain atau e-wallet melalui aplikasi JakOne Mobile. Meskipun saldo tabungan mereka sudah terdebet untuk transaksi QRIS, dana tersebut tidak sampai ke merchant yang dituju.

Permasalahan ini terjadi pada aplikasi JakOne Mobile selama lebih dari satu minggu menunjukkan kendala serius dalam pengelolaan sistem teknologi informasi yang berdampak langsung pada layanan nasabah sehingga nasabah tidak dapat melakukan transaksi penting, termasuk pembayaran kebutuhan sehari-hari, transfer dana mendesak, bahkan tertundanya pencairan dana program sosial seperti KJP yang sangat dibutuhkan dan berdampak negatif pada kepercayaan publik terhadap bank tersebut.  

BACA JUGA :  PKM Unpam: Meningkatkan Literasi Digital Anak-Anak dengan Pembelajaran Interaktif dan Efektif

Sebagai respons situasi tersebut, Pranomo Anung, selaku pemegang otoritas, melakukan tindakan pemecatan terhadap Direktur IT Bank DKI, Amirul Wicaksono pada 8 April 2025. Keputusan ini diambil setelah melakukan berbagai evaluasi kinerja yang menunjukan bahwa Direktur IT tidak mampu mengelola sistem dengan baik, sehingga menyebabkan gangguan layanan yang berkelanjutan.

Langkah tersebut tidak hanya merupakan bentuk penegasan terhadap pentingnya akuntabilitas dalam kepemimpinan, tetapi sebagai upaya evaluasi agar bisa mempercepat pemulihan sistem layanan di aplikasi JakOne sekaligus menjawab keresahan publik yang sudah berlangsung cukup lama ini.

Selain itu, pemecatan Direktur IT tersebut diharapkan dapat menjadi pesan yang jelas bagi seluruh jajaran manajemen Bank DKI agar lebih fokus dan tanggung jawab dalam menangani masalah yang terjadi dan meningkatkan kesiapan sistem dalam menghadapi lonjakan permintaan layanan, terutama pada saat keadaan krusial seperti libur panjang dan perayaan besar.  

Adanya kendala serius dalam pengelolaan sistem teknologi infomasi ini yang menjadi ketidaknyamanan nasabah karena kemungkinan sistem yang dipakai Bank 

BACA JUGA :  Event Fun Health 2023 di Unpam: Acara Penting untuk Meningkatkan Produktivitas Masyarakat Melalui Kesehatan 

DKI untuk memantau kinerja sistem digitalnya tidak memberikan data yang langsung (real-time) dan detail. Jadi, ketika terdapat keanehan atau potensi masalah pada sistem, tidak langsung terdeteksi. Evaluasi kinerja yang baik seharusnya bisa memberikan peringatan dini, bukan cuma laporan setelah masalahnya sudah parah dan terindikasi adanya keterlambatan dalam respons manajemen terhadap indikasi awal gangguan sistem.

Buktinya, masalah bisa berlangsung lebih dari seminggu sebelum ada tindakan yang signifikan. Jika dari awal sadar betapa bahayanya gangguan ini bagi kepercayaan nasabah, pasti akan lebih cepat mencari solusinya. Ini seperti meremehkan masalah teknis, padahal dampaknya sangat besar. 

Untuk mencegah kejadian serupa terulang lagi, maka Bank DKI perlu memperbaharui dan meningkatkan sistem keamanan secara berkala untuk mencegah potensi serangan siber, jadwal pemeliharaan sistem harus diatur dengan lebih baik menghindari waktu-waktu sibuk seperti malam takbiran atau hari libur besar lainnya, melakukan pengujian sistem secara berkala untuk memastikan semua fitur berfungsi dengan baik dan siap menghadapi lonjakan transaksi, dan memiliki tim respons insiden yang siap mengatasi masalah dengan cepat dan efektif.

Bank DKI harus segera memperbaiki sistem mereka dan menjadikan insiden ini sebagai momen untuk evaluasi dan perbaikan. Kepercayaan nasabah adalah aset yang tak ternilai harganya, dan sekali hilang, sangat sulit untuk dipulihkan. Bank DKI perlu sadar bahwa digitalisasi bukan hanya soal menghadirkan produk baru yang inovatif, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan dan kenyamanan nasabah melalui sistem yang dapat diandalkan. 

BACA JUGA :  PKM Unpam: Pelatihan Literasi Keuangan di SD Negeri Legok 1

Selain itu, pihak Bank DKI berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu layanan dan memperkuat komunikasi yang baik dengan para nasabah, guna memastikan masalah tersebut tidak terjadi lagi dan menjaga citra baik Bank DKI di mata publik. Untuk memperbaiki citra dan meningkatkan mutu layanan, Bank DKI perlu memperkuat kapabilitas tim.

Hal ini mencakup pengembangan serta pemeliharaan sistem agar lebih tangguh, sehingga mampu mengelola lonjakan permintaan layanan dimasa yang akan datang. Mengingat peran teknologi informasi yang sangat vital dalam operasional bank. Peningkatan kualitas sumber daya manusia di departemen IT akan berpengaruh positif dalam meningkatkan kecepatan respon dan efisiensi, yang pada akhirnya dapat memperkuat kepercayaan nasabah terhadap layanan yang disediakan dalam aplikasi JakOne.  

Penulis:

1. Intan Nuraini
2. Mayang Putri Dania
3. Reni Aprilia
4. Tasya Fazariyah
5. Yunita Putri Wardani
Mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Pamulang
Dosen Pengampu: Dr. Listya Sugiyarti, S.E., M.M., CFA
Tags: Digitalisasi perbankan
Previous Post

Proses Evaluasi Kinerja: Antara Harapan, Tantangan dan Solusi

Next Post

Penerapan Teknologi Digital dalam Pengelolaan Pemasaran Produk UMKM

Related Posts

Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat
DUNIA KAMPUS

Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat

Oktober 21, 2026
2.4k
Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi
DUNIA KAMPUS

Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi

Oktober 21, 2026
2.4k
Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?
DUNIA KAMPUS

Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?

Oktober 21, 2026
2.4k
Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda
DUNIA KAMPUS

Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda

Oktober 21, 2026
2.1k
Pengaruh Financial Technology terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z
DUNIA KAMPUS

Pengaruh Financial Technology terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z

Oktober 21, 2026
2.3k
Sekali Klik, Uang Berpindah: Di Balik Cepatnya Transaksi Perbankan di Era Digital
DUNIA KAMPUS

Sekali Klik, Uang Berpindah: Di Balik Cepatnya Transaksi Perbankan di Era Digital

Oktober 20, 2026
2.4k
Next Post
Penerapan Teknologi Digital dalam Pengelolaan Pemasaran Produk UMKM

Penerapan Teknologi Digital dalam Pengelolaan Pemasaran Produk UMKM

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com