TANGSELXPRESS – Pengamat Pasar Keuangan dan Komoditas Ariston Tjendra menyampaikan pergerakan rupiah berpotensi melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat, 25 April 2025.
Ariston menyampaikan bahwa data klaim tunjangan pengangguran AS yang dirilis semalam sesuai dengan proyeksi, meskipun angkanya lebih tinggi dibandingkan minggu sebelumnya.
Namun demikian, hal ini tidak melemahkan nilai tukar dolar AS, yang justru terlihat kembali menguat pada pagi hari ini.
Menurutnya sikap Presiden AS Donald Trump yang mulai melunak terhadap China turut memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan.
“Saat ini reaksinya penguatan dolar AS karena tingkat konsumsi di AS akan terbantu bila tarif impor tidak tinggi. AS banyak mengonsumsi barang impor,” ujarnya, Jumat, 25 April.
Di sisi lain, Ariston menyampaikan mata uang regional mengalami pelemahan terhadap dolar AS seiring dengan penguatan mata uang tersebut dan isu kebijakan tarif impor ini juga masih menjadi sumber kekhawatiran bagi pelaku pasar.
Sementara itu, ia menilai nilai tukar rupiah tidak mengalami penguatan kemarin, berbeda dengan beberapa mata uang regional lainnya yang justru menguat terhadap dolar AS.
“Ini mengindikasikan tekanan terhadap rupiah masih tinggi,” ucapnya.
Ia menyampaikan pergerakan rupiah pada Jumat, 25 April berpotensi melemah menuju ke level Rp16.900 per dolar AS dengan potensi support di kisaran Rp16.850 per dolar AS.







